Skip to main content

SPMB SD Kota Bengkulu 2026 Berakhir, Disdikbud Evaluasi Lonjakan Pendaftar di Kampung Melayu dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

SPMB SD Kota Bengkulu 2026 resmi berakhir. Disdikbud mencatat lonjakan pendaftar di Kecamatan Kampung Melayu akibat keterbatasan sekolah dan akan mengusulkan penambahan unit pendidikan.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kota Bengkulu telah resmi selesai. Meski secara umum proses penerimaan berjalan lancar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu menemukan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian serius, terutama terkait tingginya jumlah pendaftar di wilayah Kecamatan Kampung Melayu.

Hasil evaluasi pascapelaksanaan SPMB menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara jumlah calon peserta didik dengan kapasitas sekolah dasar negeri yang tersedia di kawasan tersebut. Kondisi ini menyebabkan banyak orang tua kesulitan memperoleh bangku sekolah bagi anak mereka di sekolah yang menjadi pilihan.

Kepala Disdikbud Kota Bengkulu, Ilham Putra, menjelaskan bahwa tingginya animo masyarakat untuk mendaftarkan anak ke sekolah-sekolah negeri di Kecamatan Kampung Melayu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain jumlah sekolah yang masih terbatas, kapasitas daya tampung setiap sekolah juga belum mampu mengakomodasi seluruh calon peserta didik yang terus meningkat setiap tahunnya.

Menurutnya, keterbatasan jumlah rombongan belajar (rombel) menjadi salah satu penyebab utama terjadinya penumpukan pendaftar. Di sisi lain, pertumbuhan penduduk di Kecamatan Kampung Melayu berlangsung cukup pesat sehingga jumlah anak usia sekolah dasar mengalami peningkatan signifikan.

"Memang terdapat beberapa sekolah dasar di wilayah Kecamatan Kampung Melayu yang mengalami lonjakan pendaftar. Hal tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan jumlah satuan pendidikan, kapasitas sekolah, serta jumlah rombongan belajar yang tersedia, sementara pertumbuhan penduduk di kawasan tersebut terus meningkat," ujar Ilham Putra, Rabu (1/7).

Disdikbud menilai kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan di masa mendatang. Pemerintah Kota Bengkulu akan melakukan pemetaan kebutuhan sekolah berdasarkan perkembangan jumlah penduduk dan persebaran peserta didik agar pelayanan pendidikan dapat lebih merata.

Sebagai solusi jangka panjang, Disdikbud Kota Bengkulu berencana mengajukan usulan penambahan unit sekolah baru kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Usulan tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami pertumbuhan penduduk tinggi.

Penambahan satuan pendidikan dinilai menjadi langkah strategis untuk mengurangi kepadatan siswa di sekolah-sekolah yang selama ini menjadi favorit masyarakat. Dengan bertambahnya jumlah sekolah, daya tampung peserta didik juga akan meningkat sehingga proses penerimaan murid baru pada tahun-tahun berikutnya dapat berjalan lebih optimal.

"Persoalan ini akan menjadi evaluasi kami. Ke depan, kami akan mengusulkan penambahan satuan pendidikan di wilayah yang membutuhkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar masalah kekurangan daya tampung tidak kembali terjadi saat pelaksanaan SPMB mendatang," kata Ilham.

Selain menyiapkan solusi jangka panjang, Disdikbud Kota Bengkulu juga mengambil langkah cepat untuk membantu calon siswa yang belum memperoleh sekolah hingga berakhirnya tahapan SPMB. Dinas akan membuka posko layanan pengaduan dan pendampingan mulai 4 Juli 2026.

Melalui posko tersebut, orang tua atau wali murid dapat melaporkan anak yang belum mendapatkan sekolah negeri. Selanjutnya, petugas Disdikbud akan melakukan pendataan sekaligus mencarikan sekolah yang masih memiliki kuota rombongan belajar sehingga seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh hak mendapatkan pendidikan.

Disdikbud memastikan proses pendistribusian siswa akan dilakukan secara transparan dengan mempertimbangkan ketersediaan kursi di setiap sekolah dasar negeri yang masih memiliki kapasitas.

Pihak dinas juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan apabila anaknya belum diterima di sekolah tujuan. Orang tua diminta tetap mengikuti arahan pemerintah dan memanfaatkan layanan yang telah disediakan agar penempatan peserta didik dapat dilakukan secara tepat.

"Bagi calon siswa yang belum mendapatkan sekolah, silakan datang dan melapor ke Dinas Pendidikan mulai tanggal 4 Juli. Kami akan membantu mengarahkan mereka ke sekolah yang masih memiliki rombongan belajar atau kuota yang tersedia," tutup Ilham.

Melalui evaluasi SPMB Tahun 2026 ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap pemerataan akses pendidikan dasar dapat terus ditingkatkan. Penambahan fasilitas pendidikan, peningkatan kapasitas sekolah, serta perencanaan pembangunan yang berbasis pertumbuhan penduduk diharapkan menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat pada masa mendatang.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra