TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan penjelasan terkait pernyataan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang sebelumnya ramai beredar di media dan media sosial hingga memunculkan pembahasan mengenai kondisi pasokan bahan bakar minyak (BBM) di daerah tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu, Dr. Hj. Nelly Alesa, S.IP., S.KM., M.Si., mengatakan informasi yang beredar perlu dilihat secara utuh berdasarkan konteks wawancara Gubernur Helmi Hasan.
Menurut Nelly, dalam kesempatan tersebut Gubernur Bengkulu mendapat dua pertanyaan dari wartawan. Pertanyaan pertama berkaitan dengan isu BBM, sedangkan pertanyaan berikutnya menyangkut kondisi akibat abu vulkanik dan musibah yang terjadi.
Ia menjelaskan, jawaban gubernur mengenai agenda doa bersama lintas agama berkaitan dengan persoalan musibah dan bukan merupakan jawaban mengenai kelangkaan BBM.
“Jadi konteksnya harus dilihat secara utuh. Ada pertanyaan mengenai BBM dan ada pula pertanyaan mengenai musibah abu vulkanik,” kata Nelly dalam keterangannya.
Klarifikasi tersebut disampaikan setelah potongan pernyataan Helmi Hasan menjadi perhatian publik. Sejumlah pemberitaan kemudian mengaitkan pernyataan gubernur dengan isu kelangkaan BBM di Bengkulu. Media lain juga melaporkan bahwa Kominfotik menilai potongan wawancara tersebut dapat menimbulkan pemahaman berbeda apabila dipisahkan dari konteks pertanyaan dan jawaban secara keseluruhan.
Nelly menegaskan, pembahasan mengenai doa bersama muncul dalam konteks musibah abu vulkanik yang menjadi perhatian masyarakat.
Gubernur Helmi Hasan, kata dia, mengajak masyarakat Bengkulu dari berbagai latar belakang agama untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi keselamatan masyarakat dan daerah.
Rencana tersebut dijadwalkan pada 1 Oktober 2026. Agenda doa bersama lintas agama itu diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat Bengkulu untuk berdoa agar Indonesia, khususnya Bengkulu, senantiasa berada dalam kondisi aman dan terhindar dari berbagai bencana.
Menurut Nelly, kegiatan tersebut juga sejalan dengan gagasan Bengkulu sebagai daerah yang religius serta semangat membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
“Harapannya seluruh masyarakat Bengkulu bisa bersama-sama mendoakan Indonesia dan Bengkulu agar dalam keadaan baik serta dijauhkan dari bencana,” ujarnya.
Pemprov Bengkulu melalui Dinas Kominfotik juga mengajak masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video atau kutipan pernyataan yang beredar di ruang digital.
Nelly berharap klarifikasi tersebut dapat membantu meluruskan informasi yang berkembang sehingga masyarakat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai maksud pernyataan Gubernur Bengkulu.
Terlebih, informasi mengenai BBM merupakan isu yang mudah menimbulkan kekhawatiran apabila disampaikan tanpa konteks yang lengkap. Karena itu, pemerintah daerah meminta masyarakat mencermati informasi resmi dan tidak langsung mempercayai potongan informasi yang beredar.
Sementara terkait kondisi pasokan BBM, Nelly menyampaikan optimisme bahwa distribusi dan ketersediaan BBM di Bengkulu dalam beberapa hari ke depan tetap berjalan dengan lancar.
“Untuk masalah BBM, insyaallah lima hari ke depan tetap berjalan dengan lancar,” jelasnya.
Pemprov Bengkulu berharap situasi tersebut tetap terkendali sehingga aktivitas masyarakat, transportasi, serta kegiatan ekonomi tidak terganggu.
Klarifikasi ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pernyataan mengenai doa bersama dan musibah abu vulkanik perlu ditempatkan pada konteks pertanyaan yang melatarbelakanginya.
Pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya penyampaian informasi secara lengkap di tengah cepatnya penyebaran konten melalui media sosial. Dengan demikian, masyarakat dapat membedakan antara informasi yang telah diklarifikasi pemerintah dengan narasi yang muncul dari potongan video atau pemberitaan yang tidak memuat keseluruhan konteks.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra