TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Menjamin pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) PWI Bengkulu yang demokratis dan bebas dari intervensi, Tim Bantuan Hukum telah disiapkan untuk memberikan perlindungan penuh bagi seluruh anggota. Langkah ini merupakan bentuk komitmen untuk mengawal marwah organisasi agar setiap wartawan dapat menyalurkan hak suaranya tanpa rasa takut.
Pembentukan tim bantuan hukum ini berangkat dari urgensi perlindungan terhadap wartawan dari segala bentuk tekanan, intimidasi, maupun paksaan yang berkaitan dengan perbedaan pilihan pada pemilihan ketua.
"Kami hadir untuk memastikan bahwa setiap wartawan memiliki kedaulatan penuh atas pilihannya. Tidak boleh ada anggota yang ditekan atau diintimidasi karena perbedaan dukungan. Jika ada yang merasa terancam, kami siap memberikan advokasi dan perlindungan hukum yang diperlukan," ujar Iksan Agus Abraham, SH, perwakilan Tim Bantuan Hukum, Kamis (16/07/2026).
Tim ini bertugas untuk memantau jalannya tahapan pemilihan, menerima aduan terkait adanya pelanggaran prosedur, serta memastikan mekanisme pemungutan suara berjalan sesuai dengan Pasal 30 ART PWI yang mengamanatkan asas langsung, umum, bebas, dan rahasia.
Selain perlindungan selama proses konferensi, tim ini juga membuka jalur pengaduan bagi anggota yang mengalami kendala terkait hak-hak keanggotaan dan profesionalisme wartawan di lapangan. Hal ini sejalan dengan komitmen PWI untuk menjaga independensi profesi wartawan di Bengkulu.
"Kami mengimbau seluruh anggota untuk tetap berani dan teguh menjaga integritas. Jangan ragu untuk melaporkan jika menemukan praktik-praktik yang mencederai demokrasi di organisasi kita. Tim bantuan hukum akan menindaklanjuti setiap laporan dengan serius guna memastikan seluruh proses berjalan dalam koridor organisasi yang benar," tambahnya.
Kehadiran tim ini diharapkan mampu menekan potensi pelanggaran, seperti praktik politik uang maupun intimidasi terbuka, sehingga Konferwil PWI Bengkulu dapat menghasilkan pemimpin yang sah dan berintegritas.
Seluruh pihak diminta untuk menghormati hak setiap wartawan sebagai pemilih dan kembali fokus pada visi-misi untuk kemajuan PWI Bengkulu ke depan. " Konferwil yang jujur dan adil adalah langkah awal untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap organisasi profesi wartawan", pungkasnya (**)