TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 9 November 2026. Berbagai langkah strategis dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan aman, tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kepahiang, Selasa (3/11/2026). Pertemuan ini dipimpin langsung Wakil Bupati Kepahiang, Ir. H. Abdul Hafizh, M.Si., serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan seluruh camat di wilayah Kabupaten Kepahiang.
Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan teknis maupun pengamanan menjelang hari pemungutan suara. Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, setiap unsur terkait diminta memperkuat koordinasi dan mengantisipasi kemungkinan kendala di lapangan.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Kepahiang, Zaili, S.E., menyampaikan bahwa seluruh kebutuhan logistik Pilkades Serentak telah tiba. Pemeriksaan juga telah dilakukan untuk memastikan kelengkapan perlengkapan yang akan digunakan dalam proses pemungutan suara.
Kesiapan logistik menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah karena berpengaruh langsung terhadap kelancaran pelaksanaan pemilihan di setiap desa yang menyelenggarakan Pilkades.
Menurut Zaili, pengecekan dilakukan terhadap seluruh perlengkapan yang tersedia agar kebutuhan pada hari pelaksanaan dapat terpenuhi. Dengan demikian, potensi hambatan akibat kekurangan logistik diharapkan bisa diminimalkan sejak sebelum hari pencoblosan.
Selain memastikan kelengkapan, aspek keamanan surat suara juga menjadi perhatian. Surat suara Pilkades tahun ini dilengkapi fitur pengaman berupa hologram dan kode batang atau barcode.
Penggunaan fitur tersebut ditujukan untuk membantu mencegah pemalsuan serta meningkatkan keamanan dokumen pemilihan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di tingkat desa.
Pengamanan logistik secara fisik juga telah dikoordinasikan bersama Polres Kepahiang. Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan diharapkan mampu memastikan seluruh perlengkapan pemilihan tetap terjaga selama tahapan berlangsung.
Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Kepahiang Abdul Hafizh menekankan pentingnya keterlibatan aktif aparat keamanan untuk mendukung kelancaran Pilkades Serentak.
Menurutnya, pengamanan tidak cukup hanya dilakukan ketika pemungutan suara berlangsung. Pengawasan juga perlu diperhatikan sejak proses pendistribusian logistik, pelaksanaan pemungutan suara, hingga tahapan penghitungan suara.
Ia meminta Polres Kepahiang bersama unsur TNI melalui Koramil memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.
“Kami mohon dukungan Polres dan Koramil bersama-sama mengamankan, agar Pilkades berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Abdul Hafizh.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan Pilkades tidak hanya bergantung pada kesiapan penyelenggara, tetapi juga pada dukungan seluruh unsur yang memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pemerintah daerah berharap seluruh pihak dapat menjalankan tugas masing-masing secara profesional, sehingga masyarakat memiliki ruang yang aman untuk menentukan pilihan tanpa gangguan.
Selain membahas kesiapan logistik dan pengamanan, Abdul Hafizh juga mengingatkan seluruh camat agar meningkatkan kesiapsiagaan menjelang hari pemilihan.
Ia secara khusus meminta para camat untuk selalu mengaktifkan telepon seluler agar komunikasi dengan pemerintah kabupaten maupun unsur terkait tetap berjalan lancar.
Menurutnya, persoalan yang muncul di lapangan harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti. Kecepatan komunikasi menjadi faktor penting untuk mencegah persoalan kecil berkembang menjadi hambatan yang dapat memengaruhi jalannya pemilihan.
Koordinasi yang responsif juga diperlukan untuk memastikan informasi dari desa dapat diterima dengan cepat, sehingga langkah penanganan bisa dilakukan sesuai kebutuhan.
Dengan keterlibatan camat, kepala OPD, aparat keamanan, dan unsur penyelenggara di tingkat desa, pemerintah daerah berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berlangsung sesuai rencana.
Menjelang 9 November 2026, Pemkab Kepahiang berharap seluruh persiapan yang telah dilakukan mampu mendukung pelaksanaan Pilkades yang aman, tertib, dan demokratis.
Masyarakat juga diharapkan berpartisipasi secara bertanggung jawab dengan menghormati perbedaan pilihan. Perbedaan pandangan dalam menentukan calon kepala desa merupakan bagian dari proses demokrasi yang perlu disikapi secara dewasa.
Kondisi yang damai akan membantu memastikan masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan nyaman, sekaligus menjaga hubungan sosial antarwarga setelah pemilihan selesai.
Dengan logistik yang telah dinyatakan lengkap, fitur pengamanan surat suara, serta koordinasi bersama TNI-Polri dan pemerintah kecamatan, Kabupaten Kepahiang kini memasuki tahap akhir persiapan Pilkades Serentak.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar tanpa mengabaikan aspek keamanan, ketertiban, dan kepentingan masyarakat.
Pelaksanaan Pilkades yang berkualitas diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya kepemimpinan desa yang mampu menjalankan pemerintahan secara bertanggung jawab serta mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pewarta : Sanusi
Editing : Adi Saputra