Skip to main content

Kasus Campak Meningkat di Kota Bengkulu, Dinkes Imbau Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak

Petugas kesehatan memberikan imunisasi campak kepada anak di salah satu puskesmas di Kota Bengkulu sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat adanya peningkatan kasus campak yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Hingga awal Mei 2026, tercatat sebanyak 16 kasus campak ditemukan, dengan mayoritas penderita berasal dari kelompok usia anak-anak. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena campak merupakan penyakit menular yang dapat berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang anak jika tidak ditangani dengan baik.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, menyampaikan bahwa lonjakan kasus ini dipengaruhi oleh rendahnya cakupan imunisasi di masyarakat. Ia menilai masih banyak orang tua yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya imunisasi dasar lengkap bagi anak. Padahal, imunisasi merupakan langkah paling efektif dalam mencegah penyebaran penyakit menular seperti campak.

Pemerintah kota pun terus berupaya menekan angka penyebaran melalui berbagai langkah strategis, mulai dari peningkatan layanan imunisasi hingga edukasi kepada masyarakat. Dinkes berharap, dengan keterlibatan aktif semua pihak, kasus campak dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang menjadi wabah yang lebih luas.

Peningkatan kasus campak ini menjadi sinyal adanya celah dalam sistem perlindungan kesehatan anak di tingkat masyarakat. Rendahnya kesadaran orang tua untuk melengkapi imunisasi menjadi faktor utama yang memicu kerentanan anak terhadap virus campak. Selain itu, kurangnya penerapan pola hidup bersih dan sehat juga turut mempercepat penyebaran penyakit ini.

Nelli menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular, terutama di lingkungan padat seperti sekolah dan permukiman. Virus dapat menyebar melalui percikan batuk atau bersin dari penderita. Oleh karena itu, pencegahan tidak hanya bergantung pada imunisasi, tetapi juga pada perilaku hidup sehat sehari-hari.

“Kami sangat mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk segera membawa anak-anaknya melakukan imunisasi. Kasus campak meningkat salah satunya dipicu oleh rendahnya cakupan imunisasi, sehingga anak-anak menjadi rentan tertular virus,” ujar Nelli, Rabu (6/5/2026).

Ia juga menegaskan bahwa imunisasi campak atau MR (Measles-Rubella) aman dan telah terbukti efektif dalam melindungi anak dari risiko infeksi. Pemerintah pun telah menyediakan layanan imunisasi secara gratis di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan posyandu.

Selain mendorong peningkatan imunisasi, Dinkes Kota Bengkulu juga mengajak masyarakat untuk menerapkan sejumlah langkah pencegahan guna memutus rantai penularan campak. Langkah-langkah tersebut antara lain memastikan anak mendapatkan vaksin sesuai jadwal, menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menjaga asupan gizi anak agar daya tahan tubuh tetap optimal.

Masyarakat juga diminta untuk lebih waspada terhadap gejala awal campak seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam merah pada kulit. Jika menemukan gejala tersebut, orang tua diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Tak kalah penting, orang tua juga diminta untuk menghindarkan anak dari kontak langsung dengan penderita campak guna mencegah penularan. Lingkungan rumah dan sekolah pun perlu dijaga kebersihannya agar tidak menjadi tempat berkembangnya virus.

Dinas Kesehatan Kota Bengkulu berharap adanya sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menekan penyebaran campak. Edukasi yang berkelanjutan serta kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam melindungi anak-anak dari ancaman penyakit menular.

Dengan meningkatnya kepedulian orang tua terhadap imunisasi dan kesehatan lingkungan, diharapkan angka kasus campak dapat segera menurun. Pemerintah juga memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah cepat jika ditemukan peningkatan kasus di wilayah tertentu.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra