TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>> Ketua Baznas Provinsi Bengkulu, Fazrul Hamidy, mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya tingkat kesadaran sejumlah instansi di Bengkulu dalam membayar zakat. Hal ini disampaikan Fazrul dalam Rapat Koordinasi Baznas se-Provinsi Bengkulu pada Sabtu (27/12).
Dalam keterangannya, Fazrul menyatakan bahwa rata-rata jumlah zakat yang masuk melalui Baznas Provinsi Bengkulu setiap bulan berkisar antara Rp300 juta hingga Rp600 juta. Ia menekankan pentingnya transparansi Baznas dalam mengelola dana zakat ini. “Kenyataannya, zakat yang dititipkan ke Baznas setiap bulan mencapai Rp300 juta hingga Rp600 juta. Baznas harus transparan terkait hal ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fazrul memaparkan potensi zakat yang jauh lebih besar jika seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan guru di lingkungan Pemprov Bengkulu menunaikan kewajibannya. Dengan jumlah tenaga ASN dan guru mencapai sekitar 14 ribu orang, potensi zakat yang dapat dikumpulkan setiap bulannya mencapai Rp1,4 miliar.
“Jika dihitung, setiap ASN dan guru membayar zakat sebesar 2,5% dari rata-rata penghasilan mereka, yakni sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan, maka setiap individu dapat menyumbangkan sekitar Rp100 ribu. Dengan jumlah ini, seharusnya terkumpul Rp1,4 miliar per bulan di Baznas Provinsi,” jelas Fazrul.
Ia juga mengingatkan bahwa zakat yang diterima Baznas memiliki peran strategis dalam mengurangi kesenjangan sosial. Menurutnya, 80% dari dana yang diterima Baznas wajib disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, sementara sisanya digunakan sebagai dana cadangan untuk menghadapi situasi darurat, seperti kemiskinan ekstrem dan bencana alam.
“Setiap bulan, minimal 80% dana zakat harus disalurkan kepada masyarakat dhuafa, dan 20% sisanya harus disimpan untuk antisipasi situasi mendesak, seperti kemiskinan ekstrem atau kebakaran,” imbuh Fazrul.
Di akhir pembicaraan, Fazrul mengimbau seluruh instansi, khususnya ASN dan guru, untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam menunaikan zakat. Hal ini dianggapnya sebagai salah satu wujud tanggung jawab sosial sekaligus amanah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di Provinsi Bengkulu.
Dengan langkah ini, Fazrul optimis, pengelolaan zakat yang lebih optimal dapat memberikan dampak nyata dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bengkulu.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra