Skip to main content

Koperasi Merah Putih Pagar Dewa Jadi Contoh Sukses Nasional, Berjalan Efektif dan Diminati Warga

Koperasi Merah Putih Pagar Dewa Jadi Contoh Sukses Nasional, Berjalan Efektif dan Diminati Warga

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Di tengah sejumlah koperasi Merah Putih (KMP) di beberapa daerah yang mengalami kemacetan bahkan penutupan, Koperasi Kelurahan Merah Putih Pagar Dewa di Kota Bengkulu justru menunjukkan performa yang gemilang. Koperasi ini tak hanya aktif melayani masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu yang terbaik secara nasional.

Diberitakan sebelumnya oleh Tribun Sumsel, KMP di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur—yang sempat dijadikan koperasi percontohan nasional—justru tutup hanya sehari setelah diresmikan secara daring oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Barang-barang yang sebelumnya tersedia di koperasi tersebut bahkan telah ditarik kembali oleh perusahaan mitra.

Namun, fenomena seperti ini tak terjadi di Kota Bengkulu. Dari total 67 koperasi merah putih yang tersebar di kota ini, semuanya tetap aktif dan berjalan normal. Bahkan KMP Kelurahan Pagar Dewa yang juga dijadikan koperasi percontohan nasional, menunjukkan hasil positif sejak peresmiannya oleh Presiden RI pada 21 Juli 2025 lalu.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Eddyson, koperasi percontohan di Kelurahan Pagar Dewa justru mengalami lonjakan aktivitas yang signifikan. Dalam satu minggu pasca-peresmian, seluruh stok barang kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak, hingga gas melon ludes diserbu warga karena harganya yang terjangkau.

“Koperasi ini sudah berjalan efektif. Bahkan tadi saya dapat laporan langsung dari pengurus bahwa KMP Pagar Dewa sudah MoU dengan Bulog. Barang-barang yang sebelumnya habis, sekarang sudah disuplai kembali oleh Bulog. Ini pertanda koperasi kita dipercaya dan dibutuhkan masyarakat,” ujar Eddyson, Kamis (24/7).

Ia menambahkan, dari sisi kelembagaan, 67 KMP di Kota Bengkulu telah berbadan hukum sehingga kecil kemungkinan mengalami nasib serupa seperti yang terjadi di daerah lain.

“Seluruh koperasi merah putih di Kota Bengkulu sudah memiliki legalitas. Ke depan, kami akan terus dampingi proses pelengkapannya seperti SIUP, NPWP, dan lainnya. Setelah itu, kita akan bantu koneksi dengan perbankan untuk mendapatkan akses permodalan,” jelas Eddyson.

Tidak hanya dari sisi legalitas, Pemkot Bengkulu juga fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia koperasi. Rencananya, seluruh pengurus dan pengawas koperasi akan diberikan pelatihan khusus agar lebih profesional dalam mengelola unit usaha mereka.

“Kita ingin koperasi ini benar-benar mandiri dan mampu bersaing, makanya penguatan SDM sangat penting. Mulai dari pelatihan membuat proposal usaha, pembukuan, hingga tata kelola manajemen yang baik,” tambahnya.

Dari Pembayaran PBB hingga Transaksi Elektronik

Ketua KMP Pagar Dewa, Yuhyan Sauri, menyampaikan bahwa koperasi yang dipimpinnya kini tak hanya menjual sembako, tetapi juga melayani berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk transaksi elektronik seperti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Sudah satu minggu ini kami mulai melayani pembayaran PBB. Untuk kategori transaksi awal nasional, KMP Pagar Dewa masuk peringkat ke-7. Ini tentu sebuah prestasi dan motivasi bagi kami untuk terus berkembang,” kata Yuhyan.

Saat ini, koperasi tersebut memiliki 5 orang pengurus dan 5 pengawas. Sementara jumlah anggota terus bertambah dan sudah mencapai sekitar 500 orang. Anggota mendaftar baik secara mandiri maupun kolektif, dengan dukungan penuh dari seluruh RT setempat.

“Jumlah anggota terus meningkat karena kami bersinergi dengan lingkungan sekitar. Partisipasi masyarakat sangat tinggi, dan ini menjadi modal sosial yang luar biasa,” ujarnya.

Sebagai koperasi percontohan, KMP Pagar Dewa juga mendapat dukungan modal dari pemerintah yang cukup besar, yakni sebesar Rp5 miliar. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding 66 koperasi merah putih lainnya di Kota Bengkulu yang masing-masing menerima modal sebesar Rp3 juta.

Target Menjadi Koperasi Terbaik

Yuhyan menegaskan, ke depan pihaknya menargetkan KMP Pagar Dewa menjadi koperasi terbaik di Kota Bengkulu, bahkan tak menutup kemungkinan di tingkat nasional.

“Saat ini yang paling diminati adalah sembako, lalu kami akan kembangkan apotek, jasa transfer uang, pembayaran kredit, hingga pembayaran pajak. Harapan kami bisa memberikan layanan satu pintu untuk masyarakat. InsyaAllah kami akan bergerak cepat melaksanakan seluruh program yang diarahkan dari pusat,” ungkapnya optimis.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah kota, sinergi bersama Bulog dan perbankan, serta partisipasi aktif masyarakat, Koperasi Merah Putih Pagar Dewa kini menjadi bukti nyata bahwa koperasi bisa tumbuh kuat dan memberi manfaat nyata bagi warga. Sebuah contoh sukses yang layak ditiru oleh koperasi lainnya di Indonesia.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra