Skip to main content

Korban Kebakaran Pengantungan Dapat Motor dan Mesin Jahit, Pemprov Bengkulu Dorong Pemulihan Ekonomi

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan didampingi Wakil Gubernur Mian menyerahkan bantuan berupa sepeda motor dan mesin jahit kepada korban kebakaran Kelurahan Pengantungan di Balai Raya Semarak, Senin (21/9/2026).

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali menyalurkan dukungan kepada warga yang terdampak musibah kebakaran. Bantuan kali ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pascabencana, tetapi juga diarahkan sebagai sarana untuk membantu penerima kembali bekerja dan membangun penghasilan keluarga.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Gubernur Bengkulu Helmi Hasan kepada tiga warga korban kebakaran Kelurahan Pengantungan, Kota Bengkulu, di Balai Raya Semarak, Senin (21/9/2026). Dalam agenda itu, Helmi didampingi Wakil Gubernur Bengkulu Mian.

Tiga penerima memperoleh bantuan dalam bentuk peralatan yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas ekonomi. Taslim Handika menerima satu unit sepeda motor Honda Revo yang bersumber dari Bank Bengkulu. Sementara itu, Juliani dan Ermawati masing-masing mendapatkan satu unit mesin jahit merek Typical dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari penyaluran dana zakat kepada masyarakat yang masuk dalam kategori mustahik atau pihak yang berhak menerima zakat.

Gubernur Helmi Hasan mengatakan, bantuan bagi korban musibah seharusnya tidak berhenti pada pemberian kebutuhan sesaat. Menurutnya, dukungan yang diberikan pemerintah bersama lembaga dan pihak terkait juga perlu diarahkan agar penerima memiliki kesempatan untuk kembali produktif.

Ia berharap sepeda motor dan mesin jahit yang disalurkan dapat digunakan secara maksimal untuk bekerja maupun mengembangkan usaha.

“Bantuan yang diberikan harus benar-benar bermanfaat dan produktif. Dengan sepeda motor maupun mesin jahit ini, penerima bisa kembali bekerja, berusaha dan memenuhi kebutuhan keluarganya,” ujar Helmi.

Menurut Helmi, kondisi masyarakat yang mengalami musibah membutuhkan perhatian bersama. Karena itu, semangat gotong royong dan kepedulian sosial dinilai penting untuk terus dipelihara di tengah masyarakat.

Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mendorong agar potensi zakat dapat terus dioptimalkan sebagai salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat. Pemanfaatan zakat, kata Helmi, diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mustahik, tetapi juga membuka peluang bagi penerima untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.

Bagi Juliani, bantuan mesin jahit memiliki arti penting. Perempuan yang berstatus janda dan memiliki dua anak tersebut selama ini menggantungkan penghasilan dari pekerjaan menjahit.

Juliani mengatakan, dirinya sudah menjalani pekerjaan tersebut selama sekitar sembilan tahun. Salah satu pekerjaan yang rutin diterimanya adalah membuat seragam sekolah berdasarkan pesanan pelanggan.

“Sudah sembilan tahun saya menjahit. Sehari-hari menerima orderan jahitan seragam sekolah. Dengan adanya bantuan ini, mudah-mudahan usaha saya bisa lebih maksimal,” kata Juliani kepada Media Center.

Ia berharap mesin jahit yang diterimanya dapat meningkatkan kemampuan produksi sehingga lebih banyak pesanan bisa dikerjakan. Dengan demikian, pendapatan dari usaha menjahit dapat terus digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak.

Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana penuh keharuan. Para penerima menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan setelah mereka mengalami musibah kebakaran.

Pemprov Bengkulu berharap bantuan tersebut dapat menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan para korban. Tidak hanya membantu melewati masa sulit, tetapi juga memberikan modal agar mereka dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi secara mandiri.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi, Ketua Baznas Provinsi Bengkulu Yulkamra, serta sejumlah pejabat dan pihak terkait lainnya.

Pewarta : Amg

Editing  : Adi Saputra