TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu terus mempercepat transformasi pelayanan publik berbasis digital. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dipersiapkan adalah menghadirkan aplikasi super atau Super App bernama ADOL (Ado Galo), sebuah platform terpadu yang dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintahan hanya melalui satu aplikasi.
Inovasi yang digagas Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan konsep Smart City sekaligus membangun sistem birokrasi yang lebih modern, efektif, transparan, dan mudah dijangkau masyarakat.
Melalui ADOL, berbagai aplikasi pelayanan milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu akan disatukan dalam satu ekosistem digital. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi mengunduh dan menggunakan banyak aplikasi berbeda untuk menyelesaikan berbagai urusan administrasi pemerintahan.
Keseriusan pemerintah daerah dalam merealisasikan inovasi tersebut terlihat melalui rapat koordinasi pematangan persiapan peluncuran ADOL yang digelar di Monitoring Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu, Kamis (5/11/2026).
Rapat dipimpin Asisten I Setda Kota Bengkulu, Alex Periyansyah, serta diikuti para asisten, staf ahli, kepala OPD terkait dan jajaran perangkat daerah yang akan terlibat dalam integrasi layanan digital tersebut.
Dalam pertemuan itu, masing-masing OPD diberikan kesempatan memaparkan sistem, fitur, serta fungsi aplikasi pelayanan yang selama ini dikelola. Pemaparan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh layanan dapat terhubung dengan baik ketika ADOL resmi dioperasikan.
Alex Periyansyah menekankan bahwa keberhasilan peluncuran aplikasi ini membutuhkan dukungan penuh seluruh perangkat daerah. Menurutnya, ADOL bukan sekadar proyek teknologi, melainkan salah satu inovasi unggulan yang akan menjadi wajah baru pelayanan Pemerintah Kota Bengkulu.
Ia meminta setiap OPD tidak menganggap proses integrasi sebagai pekerjaan tambahan semata. Seluruh pimpinan perangkat daerah harus memastikan kesiapan sistem, sumber daya manusia, serta koordinasi teknis agar tidak muncul persoalan ketika aplikasi mulai digunakan masyarakat.
"Kami berharap ini diseriusi karena menjadi ikon kita, dan Pak Wali Kota sangat berharap banyak untuk hal ini. Biar sukses launching-nya nanti dan clear sebagaimana yang kita harapkan. Tolong dikawal dan dikuatkan," tegas Alex.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bengkulu, Nurlia Dewi, menyampaikan bahwa penyelesaian Super App ADOL telah masuk dalam daftar prioritas pemerintah daerah.
Ia mengingatkan bahwa seluruh proses persiapan harus memiliki target penyelesaian yang jelas. Jangan sampai aplikasi terus berada dalam tahap penyempurnaan tanpa kepastian waktu peluncuran.
Menurut Nurlia, pemerintah kota juga telah menyiapkan kebutuhan infrastruktur teknologi, termasuk pengadaan server untuk mendukung operasional aplikasi. Targetnya, seluruh komponen pendukung dapat diselesaikan pada akhir 2026.
"Ini betul-betul prioritas. Pak Wali Kota minta tahun ini, di akhir tahun, servernya juga sudah kita beli. Jangan sampai kelak ada kendala saat kita launching," ujarnya.
Gagasan pengembangan ADOL berawal dari pengalaman Wali Kota Dedy Wahyudi ketika mengikuti kegiatan studi tiru bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI ke Singapura.
Dalam kunjungan tersebut, Dedy melihat bagaimana Singapura memanfaatkan aplikasi Singpass untuk menyatukan berbagai kebutuhan administrasi warga dalam satu platform digital.
Konsep tersebut kemudian menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kota Bengkulu untuk membangun sistem pelayanan serupa. Pemerintah juga menjadikan aplikasi JAKI (Jakarta Kini) sebagai salah satu referensi dalam mengembangkan layanan digital terintegrasi.
Selama ini, warga Kota Bengkulu masih harus mengakses sejumlah aplikasi berbeda untuk memperoleh pelayanan. Mulai dari urusan pajak daerah, perizinan usaha, administrasi kependudukan hingga berbagai kebutuhan lainnya.
Kondisi tersebut dinilai kurang praktis, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan kapasitas penyimpanan telepon pintar. Kehadiran ADOL diharapkan mampu menyederhanakan akses sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap banyak aplikasi.
Nama ADOL yang berasal dari ungkapan bahasa lokal Bengkulu, yakni "Ado Galo" atau berarti "Ada Semua", mencerminkan tujuan utama platform tersebut sebagai pusat layanan digital masyarakat.
Beragam fitur disiapkan untuk melengkapi ekosistem ADOL. Masyarakat nantinya direncanakan dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mengakses pengaduan warga, pelayanan administrasi kependudukan seperti KTP, informasi program nikah gratis, berita pemerintahan hingga nomor layanan darurat 112.
Tidak hanya itu, layanan pembayaran pajak daerah, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), juga menjadi bagian dari rencana integrasi.
Untuk mendukung fasilitas transaksi tersebut, Pemkot Bengkulu terus mendorong percepatan koordinasi dengan mitra perbankan, termasuk Bank Bengkulu, agar sistem pembayaran dapat terhubung secara optimal.
Integrasi ini diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyelesaikan kewajiban perpajakan tanpa harus melalui proses yang panjang.
Pengembangan Super App ADOL ternyata juga mendapat perhatian dalam forum strategis tingkat nasional. Ketika konsep tersebut dipresentasikan di hadapan 25 kepala daerah dalam kegiatan Lemhannas RI, inovasi digital Pemerintah Kota Bengkulu disebut memperoleh penilaian terbaik.
Apresiasi juga datang dari Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya yang memberikan respons positif terhadap gagasan integrasi pelayanan tersebut. Bahkan, ADOL direncanakan menjadi salah satu model yang dapat dijadikan referensi bagi pemerintah daerah lainnya.
Bagi Pemkot Bengkulu, apresiasi tersebut menjadi dorongan untuk memastikan inovasi tidak berhenti pada tahap perencanaan maupun presentasi, tetapi benar-benar diwujudkan menjadi layanan yang bermanfaat.
Ke depan, keberadaan ADOL diharapkan mampu mempercepat penyampaian laporan masyarakat, termasuk ketika terjadi keadaan darurat yang membutuhkan respons cepat dari pemadam kebakaran maupun OPD teknis lainnya.
Dengan sistem yang terhubung, koordinasi antarlembaga diharapkan semakin efektif, sementara masyarakat dapat memperoleh pelayanan tanpa terkendala jarak, waktu, dan prosedur birokrasi yang berbelit.
Pemerintah Kota Bengkulu pun menargetkan ADOL menjadi fondasi penting dalam membangun tata kelola pemerintahan digital. Keberhasilan inovasi ini nantinya tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari kemudahan, kecepatan, dan kepuasan masyarakat dalam memperoleh pelayanan publik.
Melalui semangat "Ado Galo", Pemkot Bengkulu ingin menghadirkan pemerintahan yang semakin dekat dengan masyarakat, dengan berbagai kebutuhan pelayanan tersedia dalam satu genggaman.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra