TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat insiden sampan karam di kawasan Pantai Muara Jenggalu, Pasir Putih, Kota Bengkulu. Korban ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian, tepatnya Selasa (7/4/2026), dalam kondisi meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Sapril alias Ujang Sidik, warga Kota Bengkulu, yang dilaporkan hilang sejak Minggu (5/4/2026). Penemuan jasad korban terjadi sekitar pukul 17.10 WIB di perairan dengan jarak kurang lebih 3,53 nautical mile dari titik awal kejadian.
Proses pencarian yang berlangsung selama tiga hari melibatkan berbagai unsur gabungan. Tim SAR akhirnya berhasil menemukan korban setelah melakukan penyisiran di area perairan yang diperkirakan menjadi lokasi hanyutnya korban.
Setelah ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi oleh tim SAR dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi dihentikan.
Seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut kemudian dikembalikan ke instansi masing-masing setelah tugas dinyatakan selesai.
Insiden bermula saat korban pergi melaut bersama rekannya, Beri, untuk mencari ikan di perairan Pantai Muara Jenggalu. Namun nahas, sampan yang mereka gunakan diduga kehilangan keseimbangan akibat diterjang gelombang tinggi disertai angin kencang.
Akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat, korban terjatuh ke laut dan tidak sempat menyelamatkan diri. Sementara itu, rekannya berhasil bertahan dengan berenang menuju tepi pantai dan selamat.
Sejak saat itu, korban dinyatakan hilang dan langsung menjadi fokus pencarian oleh tim SAR gabungan.
Dalam proses pencarian, sejumlah pejabat terkait turut memantau langsung jalannya operasi di lapangan, termasuk Ronny P L Tobing. Ia menegaskan bahwa seluruh tim harus mengerahkan kemampuan terbaik untuk menemukan korban secepat mungkin.
Operasi SAR ini melibatkan banyak pihak, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Tagana, PMI, hingga relawan dan masyarakat setempat. Sinergi lintas sektor ini menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pencarian.
Selain itu, berbagai peralatan juga dikerahkan guna mendukung operasi, seperti perahu karet, kendaraan operasional, hingga drone pemantau untuk menjangkau area yang sulit diakses.
Pemerintah Kota Bengkulu menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam operasi pencarian tersebut. Keberhasilan menemukan korban menjadi bukti nyata kuatnya koordinasi dan kerja sama antarinstansi dalam menangani situasi darurat.Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, guna menghindari risiko kecelakaan di laut.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra