Skip to main content

Paslon 01 dan Paslon 02 Sepakat dalam Isu Pemberdayaan Perempuan dan Anak

Paslon 01 dan Paslon 02 Sepakat dalam Isu Pemberdayaan Perempuan dan Anak

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Dalam debat calon kepala daerah, isu pemberdayaan perempuan dan anak menjadi salah satu topik yang menarik perhatian. Ketika moderator mengajukan pertanyaan mengenai upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, kedua pasangan calon (paslon) yaitu Paslon 01 Helmi-Mian dan Paslon 02 Rohidin-Meriani menyampaikan pandangan yang sejalan.

Pasangan Rohidin-Meriani dari Paslon 02 menekankan pentingnya pendekatan agama sebagai salah satu upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menurut Rohidin, pendidikan agama yang baik dapat memberikan pondasi kuat bagi keluarga dalam membangun hubungan yang harmonis serta mengurangi risiko kekerasan. “Tentu persoalan ini bisa dikurangi dengan pendidikan agama yang baik di lingkungan keluarga,” ungkap Rohidin.

Pandangan ini direspon positif oleh Paslon 01, Helmi-Mian, yang juga menyoroti pentingnya peran agama dalam menciptakan ketentraman dalam keluarga. Helmi menyatakan bahwa pemahaman agama yang baik di kalangan anggota keluarga, mulai dari ayah, ibu, hingga anak, akan menciptakan keluarga yang lebih harmonis di Bengkulu. “Dengan agama yang baik yang dipahami oleh ayah, ibu, dan anak maka keluarga di Bengkulu akan tentram,” ujar Helmi.

Kesepakatan pandangan kedua pasangan calon ini menunjukkan bahwa isu pemberdayaan perempuan dan anak merupakan perhatian penting bagi calon pemimpin Bengkulu. Keduanya sepakat bahwa pendidikan agama dan nilai-nilai moral dalam keluarga menjadi langkah awal yang krusial dalam mencegah kekerasan domestik dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi perempuan dan anak.

Selain itu, kedua paslon juga menegaskan bahwa mereka akan mengupayakan program-program pendukung untuk memperkuat keluarga di Bengkulu. Program-program tersebut mencakup penyuluhan, pendidikan agama, serta pendekatan emosional yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan aman bagi perempuan dan anak.

Melalui pandangan dan komitmen yang sama dari kedua paslon ini, diharapkan dapat tercipta perubahan positif dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bengkulu. Pemimpin yang terpilih diharapkan dapat mewujudkan program-program konkret yang berfokus pada pemberdayaan keluarga sebagai upaya pencegahan kekerasan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: aMg
Editing: Adi Saputra