TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari daerah pemilihan Mukomuko, Andy Suhary, menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya serangan hewan buas terhadap manusia di wilayah tersebut. Tragedi terbaru menimpa Ibnu Oktavianto, warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, yang meninggal dunia akibat serangan harimau.
“Kejadian ini adalah duka mendalam bagi masyarakat Mukomuko, terutama keluarga korban. Saya mengimbau warga untuk lebih waspada, khususnya mereka yang tinggal di sekitar kawasan hutan atau yang beraktivitas di kebun,” ujar Andy Suhary.
Kasus ini menambah panjang daftar serangan hewan buas terhadap manusia di Provinsi Bengkulu dalam beberapa tahun terakhir. Kerusakan hutan yang mengganggu ekosistem dan rantai makanan hewan liar menjadi salah satu penyebab utama hewan seperti harimau mendekati permukiman untuk mencari makan.
Septi Yanti (32), warga Kecamatan Teras Terunjam, mengungkapkan rasa cemasnya pasca-kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa masyarakat Desa Tunggal Jaya dan sekitarnya sering merasa terancam oleh kehadiran hewan buas, seperti harimau dan beruang madu.
“Tempat kejadian itu tidak jauh dari dusun tempat saya tinggal. Sekarang, mau pergi ke kebun saja rasanya takut. Sebelumnya, beruang sempat masuk pekarangan rumah, sekarang ada berita tentang harimau lagi,” tutur Septi.
Sebagai langkah antisipasi, kepala desa di wilayah Kecamatan Teras Terunjam mengimbau warga untuk sementara waktu tidak beraktivitas di kebun. Langkah ini diambil guna mencegah adanya korban tambahan.
“Harimaunya sangat dekat dengan dusun kami. Sekarang, keluar rumah saja takut, apalagi kalau harus pergi ke kebun,” tambah Septi.
Andy Suhary mendukung langkah ini dan meminta pihak terkait untuk segera mengambil tindakan konkret. Ia menekankan pentingnya patroli hutan, pelibatan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta edukasi kepada masyarakat mengenai cara menghadapi situasi darurat yang melibatkan hewan buas.
“Pemerintah dan BKSDA harus segera turun tangan untuk memastikan keselamatan warga. Selain itu, upaya menjaga kelestarian hutan juga sangat penting agar habitat hewan buas tetap terjaga, sehingga konflik antara manusia dan satwa liar bisa diminimalisir,” tutup Andy Suhary.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara kehidupan manusia dan kelestarian lingkungan. Diperlukan langkah bersama untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga habitat hewan liar agar konflik serupa tidak terus berulang.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra