TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu, bersama seluruh pemangku kepentingan bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi, khususnya yang bermukim di kawasan Perumahan Betungan Rafflesia Asri.
Bencana gempa berkekuatan 6,3 magnitudo yang mengguncang wilayah tersebut telah menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah rumah warga. Tanggap darurat pun langsung diberlakukan, disertai penyaluran bantuan dan langkah pemulihan yang terkoordinasi.
Bantuan datang dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga lembaga-lembaga kemanusiaan. Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, turun langsung ke lokasi bersama Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Mereka juga didampingi unsur Forkopimda, TNI, Polri, serta stakeholder lainnya dalam penyaluran bantuan dan evaluasi penanganan bencana.
Dalam keterangannya, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan bahwa pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak akan dilakukan secepat mungkin. Pemerintah berkomitmen membangun ulang hunian yang roboh dengan konstruksi yang lebih kuat dan memenuhi standar bangunan tahan gempa.
“Gubernur Bengkulu menginginkan proses pembangunan berjalan cepat agar warga bisa segera kembali ke rumahnya. Kami sepakat pembangunan dimulai hari Senin, setelah sebelumnya dilakukan pembongkaran rumah pada hari Minggu. Target kami dalam sepekan ini bisa selesai,” ujar Dedy.
Pemerintah pusat melalui BNPB juga menjanjikan dukungan berupa dana stimulan untuk perbaikan rumah warga, baik yang mengalami kerusakan ringan, sedang, maupun berat. Bantuan ini diharapkan bisa mempercepat proses pemulihan bagi para korban gempa.
“BNPB akan memberikan stimulan sesuai tingkat kerusakan. Ini adalah bentuk kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah agar penanganan bisa berjalan efektif. Kita harus bergerak cepat dan menyatu dalam membantu masyarakat,” jelas Dedy.
Selain dukungan dalam bentuk pembangunan fisik, bantuan logistik dan psikososial juga mengalir. Polda Bengkulu, Korem, dan Kodim turut membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi. Tak hanya itu, program trauma healing juga dijalankan untuk membantu anak-anak yang terdampak secara emosional akibat bencana.
“Bantuan datang dari berbagai pihak, mulai dari air mineral, makanan, hingga perlengkapan lainnya. Polda juga memberikan layanan trauma healing agar semangat anak-anak bisa kembali pulih,” tambahnya.
Kondisi ini menunjukkan kuatnya kolaborasi semua pihak dalam merespons bencana. Mulai dari proses tanggap darurat hingga pemulihan, semua elemen bersatu dalam meringankan beban warga. Sinergi ini diharapkan menjadi contoh dalam penanganan bencana yang lebih cepat, tepat, dan menyeluruh ke depannya.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra