Skip to main content

Pemkab Bengkulu Tengah Ikuti Rapat Koordinasi TPID Terkait Inflasi dan Kenaikan Harga BBM

Pemkab Bengkulu Tengah Ikuti Rapat Koordinasi TPID Terkait Inflasi dan Kenaikan Harga BBM.Selasa(27/8)(Rizon - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Eka Nurmeini, S.E., M.Pd., Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Gunawan R, S.E., M.M., serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bengkulu Tengah, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia. Rapat tersebut dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom dan diadakan di Ruang Rapat Bupati (RRB), Senin (23/8/2024).

Rakor yang dipimpin oleh Inspektur Jenderal Kemendagri, Komjen Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si., dihadiri oleh para Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota se-Indonesia, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Fokus utama dari rapat ini adalah perkembangan harga bahan pokok dan dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terhadap inflasi di berbagai daerah.

Dalam arahannya, Komjen Pol. Tomsi Tohir menyoroti perkembangan harga minyak goreng yang menjadi perhatian utama dalam pertemuan kali ini. Kenaikan harga minyak goreng yang fluktuatif menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat inflasi di berbagai daerah.

Deputi Bidang Distribusi Barang dan Jasa, Pudji Ismartini, memaparkan data terkait tinjauan inflasi dan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu keempat bulan Agustus 2024. Berdasarkan data yang dihimpun dari Sistem Pengelolaan Informasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah (SP2KP) per 23 Agustus 2024, terlihat adanya peningkatan harga beberapa komoditas strategis, termasuk minyak goreng dan beras.

Pudji Ismartini juga menjelaskan bahwa perkembangan inflasi yang signifikan terjadi pada April 2022, September 2022, September 2023, dan Oktober 2023, terutama akibat kenaikan harga BBM. Pada September 2022, inflasi tertinggi tercatat mencapai 24,91% untuk bensin dan 25,61% untuk solar. Kenaikan harga BBM non-subsidi yang kembali terjadi pada Agustus 2024 juga menjadi salah satu penyebab inflasi di berbagai daerah.

Dalam paparannya, Pudji Ismartini menambahkan bahwa secara nasional, jumlah kabupaten/kota yang mengalami penurunan IPH di minggu keempat Agustus 2024 lebih banyak dibandingkan yang mengalami kenaikan. Tercatat, 254 kabupaten/kota mengalami penurunan IPH, sementara 94 kabupaten/kota mengalami kenaikan. Kabupaten Kepulauan Meranti di Provinsi Riau tercatat sebagai daerah dengan kenaikan IPH tertinggi di Sumatera, yaitu sebesar 1,66%.

Adapun komoditas utama yang menjadi penyumbang kenaikan IPH di wilayah Sumatera pada minggu keempat Agustus antara lain beras, cabai rawit, dan cabai merah. Berdasarkan data per 23 Agustus 2024, harga beras nasional mencapai Rp.15.151 per kilogram, sedikit naik dibandingkan minggu sebelumnya yang sebesar Rp.15.145 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng nasional pada tanggal yang sama tercatat sebesar Rp.18.232 per liter, mengalami penurunan tipis dari minggu sebelumnya yang sebesar Rp.18.255 per liter.

Melalui rapat ini, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah terus berkomitmen untuk mengawasi dan mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok di daerahnya. TPID Kabupaten Bengkulu Tengah juga berupaya memastikan ketersediaan stok barang dan kestabilan harga untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah tantangan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga BBM dan komoditas lainnya.

Rakor ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang tepat guna menstabilkan harga dan mengurangi tekanan inflasi di tingkat daerah.

Pewarta : Rizon

Editing : Adi Saputra