TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Pemerintah Kabupaten Seluma menegaskan komitmennya dalam mendukung Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran ayah pada proses pengasuhan sekaligus mendukung keberhasilan pendidikan anak sejak hari pertama masuk sekolah.
Komitmen tersebut disampaikan usai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seluma, Deddy Ramdhani, S.E., M.SE., M.A., mengikuti kegiatan sosialisasi GAMAS secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Sekda Seluma, Senin (6/7/2026).
Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Seluma, Sumiati, S.E., M.M., Sekretaris Dinas P3AP2KB Lenda Susanti, S.KM., Kepala Bidang Keluarga Berencana Yuniko Sosiawan, S.E., M.Si., M.A.P., bersama jajaran terkait. Sosialisasi juga diikuti pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Deputi KSPK Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Nopian Andusti, S.E., M.T., menjelaskan bahwa Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah merupakan salah satu upaya meningkatkan keterlibatan ayah dalam kehidupan anak, terutama pada momentum penting hari pertama sekolah setelah masa libur.
Menurutnya, fase awal masuk sekolah menjadi masa transisi yang membutuhkan dukungan penuh dari keluarga. Kehadiran ayah dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus membangun semangat anak untuk kembali menjalani aktivitas belajar.
"Momen hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang menjadi waktu yang penting bagi anak untuk kembali beradaptasi dengan lingkungan belajar, rutinitas, dan aktivitas sekolah," ujar Nopian dalam pemaparannya.
Ia menambahkan, keberadaan ayah saat mengantar anak ke sekolah bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap perkembangan psikologis dan pendidikan anak.
"Kehadiran ayah dalam mengantar anak ke sekolah tidak hanya memberikan dukungan emosional, tetapi juga menunjukkan peran aktif ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Melalui gerakan ini diharapkan terbentuk budaya pengasuhan yang lebih kolaboratif sehingga peran ayah dalam pendidikan anak semakin kuat," jelasnya.
Lebih lanjut, Nopian menerangkan bahwa tujuan utama GAMAS adalah meningkatkan partisipasi ayah dalam proses pengasuhan secara berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu membangun hubungan emosional yang lebih erat antara ayah dan anak, sehingga berdampak positif terhadap perkembangan karakter maupun prestasi akademik.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan lahirnya komitmen jangka panjang dari para ayah agar hadir secara utuh, baik secara fisik maupun emosional, dalam setiap tahapan tumbuh kembang anak. Dukungan tersebut diyakini akan meningkatkan rasa percaya diri, kenyamanan, dan kesiapan anak ketika menghadapi lingkungan sekolah.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Seluma Deddy Ramdhani menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Seluma menyambut baik pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah dan siap mendukung implementasinya di daerah.
Menurut Deddy, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga pendidikan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga, khususnya sosok ayah yang selama ini sering kali memiliki keterbatasan waktu bersama anak.
"Pemerintah Kabupaten Seluma siap mendukung penuh pelaksanaan program GAMAS sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang berkualitas melalui penguatan peran keluarga," tegas Deddy.
Ia berharap sosialisasi tersebut dapat menjadi awal meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan ayah dalam pendidikan anak. Dengan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih kondusif bagi tumbuh kembang anak menuju generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Melalui dukungan berbagai pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Seluma, Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi agenda pada hari pertama masuk sekolah, tetapi berkembang menjadi budaya positif yang memperkuat ketahanan keluarga Indonesia dan meningkatkan kualitas pendidikan sejak usia dini.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra