Skip to main content

Pemkot Bengkulu Optimis Capai Target Zero Stunting Lewat Kolaborasi dan Inovasi Program Gizi

Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bengkulu

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu terus menunjukkan komitmen kuat dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayahnya. Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bengkulu, menyatakan optimisme bahwa prevalensi stunting dapat ditekan hingga mencapai angka satu digit, bahkan menuju nol kasus atau zero stunting.

Optimisme ini, menurut Ronny, bukan tanpa dasar. Ia menyebutkan bahwa kerja sama lintas sektor yang telah terjalin dengan baik antara pemerintah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi pondasi kuat dalam mendorong penurunan angka stunting secara signifikan. "Kami menargetkan secara bertahap, angka stunting dapat ditekan hingga nol. Ini menjadi visi besar Pemerintah Kota Bengkulu demi menciptakan generasi unggul di masa depan," ujar Ronny.

Lebih lanjut, Ronny menjelaskan bahwa program-program yang dijalankan di tingkat daerah sejalan dengan kebijakan nasional dalam rangka mempercepat penurunan stunting di Indonesia. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirancang untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama anak-anak, sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu, Dewi Dharma, turut menegaskan bahwa penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama. Menurutnya, sinergi antara instansi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan sangat penting untuk mencapai target nasional dalam percepatan penurunan stunting.

“Penurunan angka stunting bukan sekadar capaian statistik, tetapi merupakan wujud nyata komitmen kita dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa,” ungkap Dewi Dharma, Kamis (24/4/2025).

Ia menambahkan, pencapaian ini merupakan hasil dari berbagai program yang dirancang secara terintegrasi dan berkelanjutan. Edukasi dan penyuluhan kepada keluarga yang berisiko tinggi terkena stunting menjadi salah satu fokus utama. Dengan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi sejak dini, diharapkan kesadaran akan pencegahan stunting semakin tumbuh kuat.

Berbagai inisiatif seperti pemberian makanan tambahan bergizi, penyuluhan kesehatan, serta kolaborasi aktif dengan pihak swasta dan lembaga sosial terus diperluas. Menurut Dewi, semua langkah ini telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan dan menjadi bukti efektivitas strategi yang diterapkan.

“Target kami adalah menurunkan angka stunting hingga 4 persen pada tahun ini, dan terus bergerak menuju zero stunting. Ini bukan hanya sekadar mimpi, tetapi tujuan realistis yang bisa kita capai bersama,” tutupnya.

Keberhasilan dalam menurunkan angka stunting ini menjadi indikator penting dalam upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas di Kota Bengkulu. Pemerintah Kota pun bertekad melanjutkan berbagai inovasi dan kolaborasi demi masa depan generasi yang lebih sehat dan unggul.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra