TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Provinsi Bengkulu mengambil langkah strategis dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Optimalisasi PAD. Pembentukan satgas ini berlangsung di Balai Raya Semarak pada Senin, 2 Juni 2025, dan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian.
Satgas tersebut terdiri atas gabungan dari Aparat Penegak Hukum (APH), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Pembentukan tim lintas sektor ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset dan potensi daerah yang selama ini belum tergarap maksimal.
Melalui sambungan virtual, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan arahannya dan menekankan pentingnya peran Satgas dalam mencapai target ambisius yang telah ditetapkan pemerintah pusat, yakni pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Target tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam upaya percepatan pembangunan ekonomi nasional.
“Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen penuh dan bersungguh-sungguh menjadi provinsi yang pertama mencapai target tersebut,” ujar Helmi Hasan.
Menurut Helmi, salah satu kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah adalah dengan mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan aset milik daerah. Aset yang selama ini belum dikelola secara produktif perlu dimanfaatkan secara maksimal agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.
Lebih lanjut, Helmi menambahkan bahwa peningkatan PAD bukan sekadar tujuan fiskal semata, tetapi menjadi sarana untuk merealisasikan visi dan misi pemerintahan Helmi-Mian, terutama dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pendapatan daerah yang kuat akan memungkinkan kita untuk memperbaiki infrastruktur dasar, seperti jalan. Saat ini sekitar 70 persen jalan provinsi dalam kondisi rusak dan belum tertangani. Dengan PAD yang optimal, kita bisa menjawab kebutuhan masyarakat akan infrastruktur yang layak,” jelasnya.
Pembentukan Satgas ini juga menjadi momentum penting dalam menyinergikan berbagai pihak yang selama ini bekerja secara terpisah. Dengan kolaborasi antara unsur pemerintah, aparat hukum, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan tata kelola keuangan dan aset daerah menjadi lebih transparan, akuntabel, dan efisien.
Wakil Gubernur Mian dalam sambutannya menekankan bahwa tugas Satgas bukan hanya mengejar angka, tetapi juga menjamin keberlanjutan pembangunan dan pemerataan manfaat ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Bengkulu.
Dengan terbentuknya Satgas Optimalisasi PAD ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk bekerja keras dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, melalui tata kelola aset yang profesional serta penggunaan anggaran yang tepat sasaran dan berpihak pada kepentingan publik.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra