TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Provinsi Bengkulu menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan mahasiswa Papua yang berada di wilayah Sumatera. Hal ini terungkap saat Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menerima audiensi dari Badan Pengurus Harian Komunitas Mahasiswa Papua se-Sumatera (Kompass), pada Jumat pagi (4/7), bertempat di ruang kerjanya.
Audiensi ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyampaian rencana kegiatan halalbihalal dan turnamen olahraga yang akan diselenggarakan oleh Kompass. Organisasi ini dikenal aktif dalam memberikan advokasi, pendampingan, serta dukungan sosial bagi mahasiswa Papua yang tengah menempuh pendidikan di wilayah Sumatera.
Dalam pertemuan tersebut, tiga perwakilan Kompass yakni Arnoldus Sedik, Filip Oktemka, dan Legison Enumbi menyampaikan maksud kedatangan mereka untuk menginformasikan rencana penyelenggaraan kegiatan halalbihalal mahasiswa Papua se-Sumatera yang akan dipusatkan di Provinsi Bengkulu.
"Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini kami maksudkan untuk mempererat solidaritas dan kebersamaan antar mahasiswa Papua yang berada di seluruh wilayah Sumatera," ujar Arnoldus Sedik.
Lebih lanjut dijelaskan, rangkaian acara halalbihalal akan dimeriahkan dengan kegiatan Kompass Cup, yakni kompetisi olahraga yang akan berlangsung selama sembilan hari, dimulai pada tanggal 14 Juli 2025. Turnamen ini rencananya akan mempertandingkan beberapa cabang olahraga seperti futsal, bola voli, dan catur antar mahasiswa Papua dari berbagai provinsi di Sumatera.
Pihak Kompass menilai pentingnya kegiatan ini dalam menciptakan ruang positif bagi mahasiswa Papua untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, sekaligus memperkuat jalinan persaudaraan.
Menanggapi rencana tersebut, Pj. Sekda Herwan Antoni menyambut baik inisiatif Kompass. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu siap memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran kegiatan tersebut.
"Kami sangat mengapresiasi semangat adik-adik mahasiswa Papua dalam membangun persatuan dan kekeluargaan di perantauan. Pemerintah Provinsi Bengkulu tentu akan memberikan fasilitas yang diperlukan, seperti penyediaan gedung dan penginapan untuk para peserta," jelas Herwan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya memberikan manfaat bagi internal komunitas mahasiswa Papua, namun juga memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat lokal, sekaligus memperkaya semangat kebhinekaan di Provinsi Bengkulu.
Herwan juga mengajak Kompass agar menjadikan kegiatan ini sebagai momentum membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih luas, baik dengan pemerintah daerah maupun elemen masyarakat lainnya.
"Kita ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita dari Papua merasa aman, nyaman, dan diterima dengan baik selama berada di Bengkulu. Karena pada dasarnya kita semua bersaudara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," tambahnya.
Kegiatan halalbihalal dan Kompass Cup ini diharapkan mampu menjadi contoh bagaimana mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya dapat membangun harmoni, semangat persaudaraan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat di tempat mereka menimba ilmu.
Pewarta : AMG
Editing : Adi Saputra