Skip to main content

Pengerukan Perdana Alur Pelabuhan Pulau Baai Dimulai, Edi Heriyanto: Dorong Pemulihan Ekonomi dan Kelancaran Logistik Bengkulu

Pengerukan Perdana Alur Pelabuhan Pulau Baai Dimulai, Edi Heriyanto: Dorong Pemulihan Ekonomi dan Kelancaran Logistik Bengkulu

TEROPONGPUBLIK.CO.ID -Setelah sekian lama dinantikan, pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai resmi dimulai pada sore hari ini, menandai langkah penting dalam upaya menghidupkan kembali aktivitas pelabuhan utama Provinsi Bengkulu. Proyek ini ditandai dengan hadirnya kapal keruk berukuran besar, CSD Costa Fortune 3, yang mulai melakukan pengerukan perdana pada jalur pelayaran pelabuhan tersebut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu, Edi Heriyanto, SP, MM, menyambut baik dimulainya pengerukan ini. Ia menyatakan bahwa langkah ini merupakan angin segar bagi masyarakat dan pelaku usaha yang selama ini terdampak oleh tidak berfungsinya pelabuhan secara maksimal.

“Kita sangat mengapresiasi telah dimulainya pengerukan perdana alur Pelabuhan Pulau Baai dengan menggunakan kapal keruk besar CSD Costa Fortune 3. Ini menjadi harapan besar bagi banyak pihak agar kegiatan pelabuhan kembali normal,” ujar Edi Heriyanto saat diwawancarai usai peninjauan lokasi.

Menurutnya, pengerukan ini sangat krusial karena telah terjadi penumpukan kapal di kolam pelabuhan akibat alur pelayaran yang dangkal. Beberapa kapal bahkan tertahan hingga berminggu-minggu, mengakibatkan distribusi logistik terganggu, terutama ke wilayah-wilayah yang sangat mengandalkan Pelabuhan Pulau Baai seperti Pulau Enggano.

“Kita harapkan proses pengerukan ini berjalan lancar sehingga kapal-kapal yang sempat tertahan bisa segera melanjutkan perjalanan ke pelabuhan tujuan berikutnya. Masyarakat Enggano pun bisa kembali mendapatkan layanan logistik secara normal,” tambah Edi.

Pelabuhan Pulau Baai merupakan satu-satunya pelabuhan laut besar yang melayani Provinsi Bengkulu. Dengan tersendatnya operasional pelabuhan, dampaknya dirasakan hingga ke sektor ekonomi masyarakat. Kelangkaan bahan bakar sempat terjadi, distribusi bahan bangunan terhambat, dan harga kebutuhan pokok melonjak.

“Penutupan atau keterbatasan operasional pelabuhan ini telah memperlambat roda perekonomian di Bengkulu. Kita sempat mengalami kelangkaan BBM di SPBU, sementara harga material bangunan seperti semen dan besi melonjak drastis,” jelas Edi, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Bengkulu.

Dengan normalisasi jalur pelayaran yang sedang berlangsung, Edi berharap Pelabuhan Pulau Baai bisa kembali berfungsi sebagai jalur utama distribusi barang dan logistik keluar masuk Bengkulu. Hal ini akan berdampak besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami optimis jika pengerukan ini sukses, maka arus barang masuk dan keluar bisa kembali lancar. Ini tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tapi juga membuka peluang kerja baru, mendorong investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar pelabuhan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edi Heriyanto menegaskan bahwa pihaknya di DPRD Kota Bengkulu akan terus melakukan pengawasan terhadap proyek pengerukan ini. Ia memastikan bahwa pengerjaan harus berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran, demi memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

“Kami di DPRD dan juga sebagai bagian dari INSA Bengkulu akan terus memantau perkembangan proyek ini. Proyek ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi menyangkut hajat hidup masyarakat banyak, jadi harus benar-benar diawasi pelaksanaannya,” tegas Edi.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek pengerukan ini, agar tidak terjadi penyimpangan yang merugikan masyarakat maupun negara.

Dengan dimulainya pengerukan ini, masyarakat Bengkulu menaruh harapan besar agar Pelabuhan Pulau Baai kembali menjadi urat nadi perekonomian provinsi dan mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, perikanan, hingga pariwisata ke depannya.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra