Skip to main content

Polda Kalbar Bantu Warga Kubu Raya Hadapi Krisis Air Bersih dan Kabut Asap

Polda Kalbar menyalurkan bantuan air bersih serta memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga Dusun Beringin, Desa Kalimas, Kabupaten Kubu Raya, di tengah kondisi kekeringan dan kabut asap.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Kondisi kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat membuat sebagian masyarakat harus menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Situasi tersebut semakin berat karena ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut memunculkan kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Merespons kondisi itu, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) kembali turun langsung ke tengah masyarakat melalui kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan. Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung di Dusun Beringin, Desa Kalimas, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian kepolisian terhadap warga yang merasakan langsung dampak musim kemarau. Bantuan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi juga menyasar kondisi kesehatan masyarakat yang berada di kawasan terdampak kabut asap.

Kemarau yang berkepanjangan menyebabkan sejumlah sumber air masyarakat mengalami penurunan debit hingga mengering. Sungai dan sumber air yang selama ini menjadi tumpuan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak lagi dapat diandalkan seperti biasanya.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap air bersih menjadi semakin mendesak. Air diperlukan bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga untuk memasak, membersihkan lingkungan, mencuci serta menjaga kebersihan diri.

Melalui bakti sosial, Polda Kalbar mendistribusikan air bersih secara langsung kepada masyarakat Dusun Beringin. Penyaluran tersebut diharapkan dapat membantu warga melewati masa sulit selama kekeringan masih berlangsung.

Selain bantuan air, masyarakat juga memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis. Tim medis Polda Kalbar membuka pemeriksaan kesehatan umum bagi warga yang ingin mengetahui kondisi kesehatannya di tengah situasi lingkungan yang kurang mendukung.

Petugas kesehatan turut memberikan obat-obatan sesuai kebutuhan serta membagikan masker kepada masyarakat. Penggunaan masker menjadi salah satu upaya perlindungan masyarakat ketika kualitas udara menurun akibat asap dari kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Bagian Peralatan Biro Logistik Polda Kalbar, AKBP Ayun Kuswanaji, turut memantau pelaksanaan distribusi bantuan di lokasi. Ia memastikan bantuan dapat diterima oleh warga yang membutuhkan.

Menurut Ayun, kehadiran kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya dilakukan ketika terjadi persoalan keamanan. Dalam situasi bencana maupun kondisi darurat yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, Polri juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan dukungan.

Ia berharap bantuan yang diberikan mampu mengurangi beban masyarakat yang saat ini harus berhadapan dengan dua persoalan sekaligus, yakni kekeringan dan kabut asap.

“Polda Kalbar selalu hadir di tengah masyarakat untuk membantu warga terdampak kabut asap dan kekeringan. Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, dapat meringankan beban warga yang terdampak bencana,” ujar Ayun.

Sementara itu, Kasubbag Binfung Rumkit Bhayangkara Polda Kalbar, dr. Fujianto, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan selama musim kemarau dan kabut asap.

Menurutnya, lingkungan dengan kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan pada sistem pernapasan. Pada saat yang sama, keterbatasan air bersih juga dapat memengaruhi kebersihan diri dan lingkungan.

Beberapa gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare serta penyakit kulit. Karena itu, masyarakat diminta menjaga pola hidup bersih, menggunakan masker ketika diperlukan dan memanfaatkan air bersih secara bijak.

“Kabut asap dan kekurangan air bersih dapat menyebabkan gangguan kesehatan, di antaranya ISPA, diare, dan penyakit kulit. Harapannya, selama adanya kabut asap dan kekeringan, masyarakat bisa terus sehat dan waspada,” kata dr. Fujianto.

Aksi kemanusiaan Polda Kalbar tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi dampak kemarau dan karhutla. Dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat serta edukasi kesehatan menjadi langkah penting agar warga tetap terlindungi selama kondisi cuaca ekstrem berlangsung.

Pemerintah dan masyarakat juga diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Pencegahan menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko meluasnya kebakaran sekaligus menekan dampak kabut asap terhadap kehidupan masyarakat.

Di tengah keterbatasan sumber air dan ancaman polusi udara, bantuan langsung kepada masyarakat menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap warga yang membutuhkan. Polda Kalbar memastikan pendampingan kemanusiaan tetap dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi kondisi sulit.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra