TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mencatat langkah baru dalam memperkuat sistem keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan meluncurkan program Praja Wibawa Pembina Warga (Prabawa). Program ini diperkenalkan secara resmi oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dalam apel gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP yang digelar di kawasan Pantai Panjang, Jumat.
Peluncuran Prabawa menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota Bengkulu dalam memperkuat kehadiran aparat pemerintah hingga ke tingkat kelurahan. Melalui program tersebut, setiap kelurahan akan memiliki satu personel Satpol PP yang bertugas melakukan pembinaan masyarakat, menjaga ketertiban, serta menjadi penghubung antara pemerintah dan warga dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
Apel gabungan dipimpin langsung oleh Wali Kota Dedy Wahyudi sebagai pembina upacara. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Ronny P.L. Tobing, Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Rahmad Hidayat, S.S., M.H., Dandim 0407/Kota Bengkulu Kolonel Inf. Condro Edi W., S.Sos., Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, para asisten, staf ahli, Kasat Pol PP Sahat Marulitua Situmorang, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta personel TNI, Polri, dan Satpol PP.
Dalam sambutannya, Dedy Wahyudi menegaskan bahwa pelaksanaan apel gabungan tersebut merupakan tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi lintas institusi guna menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di Kota Bengkulu.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat. Kehadiran Prabawa diharapkan menjadi pelengkap sistem pembinaan yang selama ini telah dijalankan oleh Babinsa dari TNI dan Bhabinkamtibmas dari Polri.
"Program Prabawa ini menjadi yang pertama di Indonesia. Nantinya setiap kelurahan memiliki satu personel Satpol PP yang bertugas mendampingi dan melindungi masyarakat," ujar Dedy.
Ia menjelaskan, konsep Prabawa mengadopsi pola pembinaan kewilayahan yang telah terbukti efektif melalui peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Dengan demikian, pemerintah kota kini memiliki perangkat khusus yang fokus menjalankan fungsi pembinaan masyarakat dari sisi pemerintahan daerah.
Keberadaan Prabawa diharapkan mampu meningkatkan respons cepat terhadap berbagai persoalan yang muncul di lingkungan warga, mulai dari gangguan ketertiban umum hingga potensi konflik sosial.
Selain menjaga keamanan, personel Prabawa juga akan aktif melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar terhindar dari berbagai aktivitas negatif.
Dedy menilai pembinaan terhadap kelompok remaja menjadi salah satu fokus utama program tersebut. Menurutnya, fenomena geng motor maupun kelompok remaja yang berpotensi mengganggu ketertiban tidak cukup hanya ditangani aparat penegak hukum, tetapi juga memerlukan pendekatan sosial melalui pembinaan yang berkelanjutan.
"Kalau ada anak-anak yang berkumpul dan berpotensi mengarah pada aktivitas negatif, tentu harus dilakukan pembinaan. Di sinilah Prabawa akan hadir bersama TNI dan Polri untuk memberikan pendampingan," jelasnya.
Ia menambahkan, apel gabungan yang digelar saat ini merupakan langkah awal. Ke depan, kegiatan serupa akan diperluas hingga tingkat kecamatan agar koordinasi antarinstansi semakin solid dalam menjaga keamanan lingkungan.
Tidak hanya meluncurkan Prabawa, Pemerintah Kota Bengkulu juga berencana mengaktifkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) di berbagai wilayah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat.
Melalui Poskamling yang kembali aktif, warga diharapkan memiliki peran lebih besar dalam menjaga keamanan lingkungan secara mandiri dengan dukungan pemerintah, TNI, dan Polri.
Usai apel, Dedy kembali menegaskan bahwa hubungan kerja sama antara Pemkot Bengkulu, TNI, dan Polri selama ini telah berjalan harmonis. Kehadiran Prabawa diyakini akan semakin memperkuat koordinasi di lapangan sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Ia optimistis program tersebut mampu mendukung tugas kepolisian dan TNI dalam menciptakan situasi yang aman, nyaman, serta kondusif bagi seluruh warga Kota Bengkulu.
Dengan lahirnya Prabawa, Pemerintah Kota Bengkulu berharap tercipta sistem keamanan yang lebih terintegrasi, melibatkan seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu mencegah potensi gangguan ketertiban sejak dini sekaligus menghadirkan rasa aman yang semakin nyata di setiap kelurahan di Kota Bengkulu.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra