Skip to main content

Protes atas Dugaan Kecurangan Pemilu di Kecamatan Taba Penanjung

Protes atas Dugaan Kecurangan Pemilu di Kecamatan Taba Penanjung.Kamis (22/2)(ft : Rizon teropongpublik.co.id )

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara pemilihan DPRD Bengkulu Tengah di Kecamatan Taba Penanjung pada Kamis (22/02/2024) berlangsung dengan kontroversi dan protes dari saksi partai Hanura terkait banyaknya coretan C1 yang diduga mencurigakan.

Menurut Bambang Aswari, seorang saksi dari Partai Hanura, kecurangan terjadi di TPS 1 dan 4 Kelurahan Taba Penanjung, di mana ditemukan banyak coretan menggunakan tipeX pada C1 plano, terutama pada perolehan suara PAN. Pada TPS 1, jumlah suara salah satu calon dan jumlah suara sah partai di C1 plano semuanya terdapat coretan tipeX, menimbulkan dugaan adanya manipulasi suara yang signifikan. Selain itu, pada TPS 1 dan 4, C1 plano untuk PAN berbeda dengan salinan yang dimiliki oleh saksi-saksi partai.

Keadaan yang mirip juga terjadi di Desa Bajak 1 TPS 5, di mana C1 plano untuk Partai Golkar dan Hanura tidak memiliki angka bilangan yang tercatat. Meskipun suara sah Partai Golkar tercatat 38 suara, C1 plano untuk partai tersebut kosong, berbeda dengan salinan yang dipegang oleh saksi-saksi partai dan Panwas, yang menunjukkan suara sah sebanyak 20 suara.

"Banyak ketidakpuasan yang terjadi selama rapat pleno berlangsung. Kami menentang hal ini," ungkap Bambang.

Namun, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Taba Penanjung, Erlan Senjaya membantah klaim tersebut, menyatakan bahwa segala informasi yang beredar tidak benar, karena prosedur telah diikuti sesuai aturan yang berlaku.

"Mengenai tipeX, memang ada, tetapi itu dilakukan oleh KPPS dan dicoret serta diubah di hadapan pengawas TPS dan para saksi. Berita acara tersebut juga telah ditandatangani oleh para saksi," jelas Erlan.

Di sisi lain, Ketua Panwascam Taba Penanjung, Hosi'i, menegaskan bahwa perbedaan antara C1 plano dan salinan bukanlah bentuk kecurangan, melainkan hanya masalah penulisan yang berbeda.

"Dalam aplikasi Sirekap, data C1 plano dan salinan sama. Penulisan angka terbilang memang berbeda, tetapi itu dapat diperbaiki dengan tanda tangan dari PPK, bukan dalam lingkup kewenangan kami," tegasnya.

Kontroversi ini masih menjadi sorotan publik, dengan banyak pihak yang menuntut klarifikasi dan penanganan yang transparan terkait dugaan kecurangan dalam proses pemilihan di Kecamatan Taba Penanjung. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk memastikan integritas dan validitas hasil pemilihan tersebut.

Pewarta : Rizon 

Editing :Adi Saputra