TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Provinsi Bengkulu. Raditya Saputra Jaya, putra daerah asal Bengkulu, berhasil meraih beasiswa internasional untuk menempuh pendidikan tinggi di Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College, Tiongkok, pada Program Studi Electronic Commerce.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Raditya sekaligus bukti bahwa anak-anak Bengkulu mampu bersaing di tingkat internasional. Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor itu dijadwalkan berangkat ke China pada September 2026 setelah seluruh proses administrasi dan keberangkatan selesai.
Bagi Raditya, kesempatan belajar di luar negeri merupakan impian yang telah lama diperjuangkan. Ia mengaku sejak beberapa tahun terakhir memiliki tekad untuk memperoleh pengalaman akademik di negara yang menjadi salah satu pusat perkembangan teknologi digital dan perdagangan elektronik dunia.
"Sejak lama saya bercita-cita kuliah di luar negeri. Ketika mengetahui ada program beasiswa ke China, saya merasa tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan tersebut karena peluang seperti ini belum tentu datang dua kali," ujar Raditya.
Perjalanan menuju keberhasilan itu tidak berlangsung mudah. Ia harus melewati serangkaian tahapan seleksi yang cukup kompetitif. Selain menguji kemampuan bahasa asing, panitia seleksi juga melakukan wawancara mendalam untuk menilai karakter, motivasi, kemampuan beradaptasi, hingga kesiapan menjalani kehidupan sebagai mahasiswa internasional.
Menurut Raditya, pengalaman mengikuti proses seleksi justru menjadi pembelajaran berharga yang membentuk mental dan rasa percaya diri. Ia menyadari bahwa kemampuan akademik harus diimbangi dengan karakter yang kuat agar mampu bersaing di lingkungan global.
Pilihan melanjutkan studi di China juga bukan tanpa pertimbangan. Negara tersebut dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia sekaligus pusat perkembangan teknologi digital, inovasi bisnis, serta ekosistem e-commerce yang berkembang sangat pesat.
Melalui Program Studi Electronic Commerce, Raditya berharap dapat memperdalam pengetahuan mengenai digital marketing, sistem rantai pasok (supply chain), transformasi digital, hingga strategi pengembangan bisnis berbasis teknologi.
"Saya ingin belajar langsung dari negara yang menjadi salah satu pusat perkembangan e-commerce dunia. Ilmu yang saya peroleh nantinya ingin saya bawa pulang untuk membantu mempercepat transformasi digital di Bengkulu," ungkapnya.
Raditya merupakan anak sulung dari tiga bersaudara, buah hati pasangan Medialman dan Patriyani. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor utama yang menguatkan langkahnya untuk merantau jauh dari kampung halaman.
Meski harus meninggalkan keluarga dan hidup di lingkungan dengan bahasa serta budaya yang berbeda, ia meyakini pengalaman tersebut akan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, wawasan, dan profesionalisme sebagai generasi muda Indonesia.
Ia pun berharap Pemerintah Provinsi Bengkulu dapat memberikan dukungan berupa subsidi pendidikan maupun bantuan selama masa studi sehingga dirinya dapat lebih fokus menyelesaikan pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya hidup.
Lebih dari sekadar mengejar gelar akademik, Raditya memiliki visi besar untuk daerah asalnya. Ia menilai Bengkulu memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan hingga usaha mikro. Namun menurutnya, potensi tersebut masih membutuhkan sentuhan teknologi digital agar mampu meningkatkan daya saing di pasar nasional maupun internasional.
"Harapan saya, setelah menyelesaikan pendidikan nanti saya bisa ikut membangun sistem digitalisasi yang terintegrasi sehingga produk-produk unggulan Bengkulu memiliki nilai tambah, pemasaran lebih luas, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Latar belakang pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor juga menjadi bekal penting bagi Raditya dalam menjalani kehidupan di luar negeri. Ia menilai pendidikan pesantren telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, mampu beradaptasi, sekaligus memiliki karakter kepemimpinan dan wawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai moral.
"Saya berangkat ke China bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama keluarga, almamater, santri Bengkulu, dan Indonesia. Saya ingin membuktikan bahwa generasi muda daerah mampu berprestasi di tingkat dunia," tuturnya.
Tak lupa, alumni SMPIT Iqra Kota Bengkulu tersebut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada kedua orang tuanya, para guru di Yayasan Alfida, para kiai dan ustaz Pondok Modern Darussalam Gontor, serta seluruh masyarakat Bengkulu yang terus memberikan doa dan dukungan.
Di akhir pesannya, Raditya mengajak generasi muda Bengkulu agar tidak ragu bermimpi besar. Menurutnya, kesempatan belajar hingga ke luar negeri terbuka bagi siapa saja yang memiliki tekad, kemauan belajar, serta keberanian mencoba berbagai peluang yang tersedia.
"Persiapkan diri sejak sekarang. Jangan pernah takut bermimpi besar, teruslah belajar, manfaatkan setiap kesempatan, dan tuntut ilmu setinggi-tingginya agar kelak kita bisa kembali membangun Bengkulu menjadi daerah yang lebih maju," pungkasnya.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra