Skip to main content

Relokasi PKL KZ Abidin, Pedagang Dukung Program Pemkot

Relokasi PKL KZ Abidin, Pedagang Dukung Program Pemkot

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Penertiban dan relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan KZ Abidin I, Kota Bengkulu, berlangsung tertib dan kondusif. Proses pemindahan para pedagang ke lokasi baru yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Bengkulu, yakni di kawasan PTM (Pasar Tradisional Modern), mendapat dukungan dari sebagian besar pedagang meskipun diakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan.

Relokasi ini merupakan bagian dari program penataan kota yang dicanangkan Pemkot Bengkulu guna mengembalikan fungsi trotoar dan badan jalan sebagai fasilitas publik, sekaligus menciptakan wajah kota yang lebih rapi, bersih, dan tertib. Sejak pagi hari, para pedagang secara bergotong royong memindahkan lapak dan perlengkapan dagang mereka ke lokasi baru dengan pengawalan petugas dari instansi terkait.
Ketua perwakilan PKL KZ Abidin I Kelurahan Kebun Dahri dan Kebun Bungsu, Geong, dalam sambutannya menyampaikan bahwa relokasi ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan dialog, mediasi, serta berbagai pertemuan antara pedagang dan pihak pemerintah. Ia mengakui bahwa tidak semua pedagang merasa sepenuhnya puas dengan lokasi baru, namun relokasi tetap harus dijalankan demi kepentingan bersama.

“Kegiatan hari ini adalah eksekusi pemindahan dari KZ Abidin ke PTM yang sudah disiapkan oleh pemerintah kota bekerja sama dengan pihak pengelola. Walaupun ada keluhan dari pedagang karena kondisi tempat baru belum sepenuhnya sesuai harapan, tapi kami tetap melaksanakan relokasi ini dengan penuh kesadaran,” ujar Geong.

Ia menambahkan, sebagai pedagang kaki lima, mereka menyadari bahwa aktivitas berdagang di ruang publik tidak bisa bersifat permanen. Menurutnya, tidak ada istilah PKL yang abadi di satu tempat, karena dinamika pembangunan kota akan selalu menuntut penyesuaian.

“Manusia hanya bisa berusaha, berencana, dan berdoa. Setelah berbagai upaya seperti hearing, rapat, dan mediasi dilakukan, akhirnya kami harus mengambil keputusan ini. Ini bukan tekanan, tapi kesadaran bahwa perubahan memang harus terjadi,” ungkapnya.
Geong juga menegaskan bahwa dirinya dan tim pengurus PKL tidak mewakili kepentingan pemerintah ataupun pejabat tertentu, melainkan murni sebagai perwakilan pedagang. Mereka tergabung dalam satu ikatan pedagang di wilayah Kelurahan Kebun Dahri, khususnya RT 1 dan RT 2 RW 1, yang selama puluhan tahun berjualan di kawasan KZ Abidin.

“Banyak dari kami sudah berdagang di sini lebih dari 10 bahkan 20 tahun. Namun sekarang di era kepemimpinan Wali Kota Bengkulu saat ini, kami diingatkan kembali tentang pentingnya menegakkan peraturan daerah untuk menata kota agar lebih rapi dan tertib,” katanya.
Ia mengakui, kondisi lapak di KZ Abidin sebelumnya memang terkesan semrawut dan kurang layak, bahkan menyerupai kawasan kumuh. Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa para pedagang akhirnya menerima relokasi sebagai langkah menuju perubahan yang lebih baik.

“Kalau kita jujur, lapak-lapak lama itu memang sudah tidak tertata. Kami pun sadar, ini tidak bagus untuk citra kota. Maka daripada terus bertahan dan menimbulkan konflik, lebih baik kita ikut aturan dan berharap ke depan ada peningkatan,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan bahwa relokasi ini bukan bertujuan mematikan usaha kecil, melainkan menata agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban umum. Di lokasi PTM, para pedagang disediakan lapak yang lebih layak, aman, dan terorganisir.

Pemkot juga berjanji akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan fasilitas di lokasi baru agar para pedagang dapat beradaptasi dengan baik. Dukungan berupa promosi pasar, peningkatan akses pembeli, serta pengelolaan yang profesional diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pedagang.

Relokasi PKL KZ Abidin I ini diharapkan menjadi contoh penataan yang humanis, di mana kepentingan penataan kota dapat berjalan seiring dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil. Dengan komunikasi yang baik dan komitmen bersama, pemerintah dan pedagang optimistis bahwa perubahan ini akan membawa manfaat jangka panjang bagi Kota Bengkulu.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra