Skip to main content

Revitalisasi Pasar Barukoto I Hampir Rampung, Wali Kota Bengkulu Pastikan Jadi Pusat Ekonomi dan Wisata Baru

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi didampingi Pj Sekda Medy Pebriansyah bersama jajaran Pemerintah Kota Bengkulu meninjau progres revitalisasi Pasar Barukoto I yang dipersiapkan menjadi pusat perdagangan, kuliner, dan destinasi wisata baru di Kota Bengkulu.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>>   Pemerintah Kota Bengkulu terus mempercepat penyelesaian revitalisasi Pasar Barukoto I sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali salah satu pusat perdagangan legendaris yang pernah menjadi jantung perekonomian Kota Bengkulu. Proyek tersebut diharapkan mampu mengembalikan kejayaan kawasan Barukoto sekaligus menjadi destinasi wisata kuliner dan ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi turun langsung meninjau progres pekerjaan di kawasan Pasar Barukoto I. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, para Asisten, Staf Ahli, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Di sela peninjauan, Dedy memeriksa sejumlah bagian bangunan yang telah selesai dikerjakan. Ia mengaku optimistis karena hasil pembangunan sudah mendekati desain yang telah direncanakan sejak awal. Meski demikian, ia tetap meminta seluruh pihak yang terlibat agar menjaga kualitas pekerjaan hingga proyek benar-benar tuntas.

Menurutnya, pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah harus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Karena itu, setiap pekerjaan harus memenuhi standar teknis dan spesifikasi yang telah ditetapkan sehingga fasilitas yang dibangun memiliki kualitas terbaik.

Setelah meninjau area pembangunan, Wali Kota bersama rombongan menyempatkan diri duduk di tangga kawasan Barukoto sambil menikmati panorama Pantai Bengkulu dengan latar belakang ikon bertuliskan "Bencoolen". Momen tersebut menjadi gambaran optimisme pemerintah terhadap wajah baru kawasan Barukoto yang nantinya akan menjadi ruang publik sekaligus destinasi wisata yang menarik.

Namun demikian, Dedy mengingatkan bahwa keberhasilan revitalisasi tidak hanya bergantung pada bangunan yang megah, tetapi juga pada komitmen seluruh pedagang dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung.

Ia meminta para pedagang tidak memanfaatkan meningkatnya jumlah pengunjung dengan menaikkan harga makanan maupun minuman secara berlebihan. Menurutnya, harga yang wajar akan membuat masyarakat nyaman datang kembali sehingga aktivitas ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Pemerintah Kota Bengkulu bahkan telah menginstruksikan Dinas Pariwisata untuk menyusun standar harga makanan dan minuman di kawasan Barukoto I. Langkah tersebut bertujuan menciptakan keseragaman harga sehingga wisatawan maupun masyarakat tidak merasa dirugikan saat berkunjung.

Dedy menegaskan bahwa pemerintah telah menggelontorkan anggaran yang tidak sedikit untuk membangun kembali kawasan tersebut. Karena itu, seluruh pihak diminta menjaga kepercayaan masyarakat dengan menciptakan suasana perdagangan yang sehat, bersih, dan ramah bagi pengunjung.

Ia juga mengajak seluruh pedagang untuk bersabar selama proses pembangunan masih berlangsung. Menurutnya, setelah proyek selesai sepenuhnya, kawasan Barukoto akan menjadi tempat usaha yang jauh lebih representatif dibanding sebelumnya.

"Jangan sampai investasi besar yang sudah dilakukan pemerintah menjadi sia-sia hanya karena ada segelintir pedagang yang menjual dengan harga terlalu mahal. Kalau pengunjung kecewa, mereka tidak akan datang lagi," ujar Dedy.

Lebih lanjut, ia optimistis kawasan Barukoto akan kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat seperti pada masa kejayaannya di era 1980-an hingga 1990-an. Saat itu, Pasar Barukoto dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan paling ramai di Kota Bengkulu dengan perputaran ekonomi yang sangat tinggi.

Melalui revitalisasi ini, pemerintah ingin menghadirkan kawasan perdagangan yang lebih modern tanpa menghilangkan nilai sejarah yang melekat pada Pasar Barukoto. Selain menjadi lokasi jual beli, kawasan tersebut juga dirancang sebagai pusat kuliner, ruang berkumpul keluarga, dan destinasi wisata yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Konsep penataan kawasan juga mengedepankan aspek kebersihan, pencahayaan yang memadai, keamanan, serta kenyamanan pengunjung. Dengan wajah baru yang lebih tertata, pemerintah berharap Barukoto mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah untuk datang dan menikmati suasana pesisir Kota Bengkulu.

Dedy meyakini, setelah seluruh pembangunan selesai, kawasan Barukoto I akan menjadi salah satu ikon baru Kota Bengkulu yang mampu menggerakkan sektor perdagangan, UMKM, hingga pariwisata. Pemerintah pun berharap sinergi antara pedagang, masyarakat, dan pemerintah dapat menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat ekonomi yang terus berkembang sekaligus memberikan kesejahteraan bagi seluruh pelaku usaha.

Pewarta : Amg

Editing ; Adi Saputra