TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh Ria Puspita Dewi, seorang mahasiswi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Bengkulu. Ia sukses mengharumkan nama Provinsi Bengkulu di pentas olahraga internasional dengan meraih medali emas dalam kejuaraan hapkido yang diikuti oleh atlet dari berbagai negara.
Kejuaraan internasional yang mempertemukan para atlet dari Thailand, Kamboja, Singapura, Filipina, Hongkong, Jepang, Meksiko, Malaysia, dan Myanmar ini menjadi ajang unjuk kebolehan para praktisi hapkido terbaik dari kawasan Asia dan Amerika. Dalam persaingan ketat tersebut, Ria mampu menunjukkan performa gemilang dan mengungguli lawan-lawannya hingga akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama.
Capaian Ria bukanlah hasil yang datang secara instan. Di balik keberhasilannya, ada perjuangan panjang, dedikasi tinggi, dan latihan intensif yang telah dijalaninya selama bertahun-tahun. Putri ketiga dari pasangan Reno Suryanto dan Lili Suryani ini telah memulai latihan hapkido sejak usia remaja dan terus meningkatkan kemampuannya hingga ke level profesional.
Menjelang kejuaraan, Ria menjalani persiapan secara intensif di bawah bimbingan pelatih profesional. Latihan yang dijalaninya tidak hanya mencakup teknik bertarung dan sparing, tetapi juga penguatan fisik yang ketat. Ia secara rutin menjalani latihan kekuatan, kelenturan, kecepatan, dan daya tahan untuk memastikan tubuhnya berada pada kondisi terbaik saat berlaga.
“Saya berlatih hampir setiap hari, termasuk latihan fisik yang sangat intens untuk meningkatkan performa, menghindari cedera, dan memperbaiki teknik. Tidak mudah, tapi saya selalu termotivasi karena ingin memberikan yang terbaik untuk Bengkulu,” ungkap Ria.
Selain latihan fisik dan teknik, aspek pola makan dan kesehatan juga menjadi perhatian serius. Ria mengaku sangat menjaga asupan makanannya agar tetap seimbang dan mendukung aktivitasnya sebagai atlet. Ia memastikan konsumsi karbohidrat, protein, dan lemak dalam proporsi yang tepat serta menjaga asupan cairan agar tubuh tetap terhidrasi optimal.
“Pola makan saya sangat teratur. Saya hindari makanan yang berisiko menurunkan kondisi fisik dan lebih banyak konsumsi makanan yang menunjang stamina. Semua itu saya lakukan agar saat bertanding, tubuh saya benar-benar siap,” tambahnya.
Kerja keras dan disiplin tinggi yang diterapkannya akhirnya berbuah manis. Dalam setiap laga yang ia jalani di kejuaraan internasional tersebut, Ria tampil meyakinkan dan penuh semangat. Ia berhasil mengalahkan lawan-lawan tangguh dari berbagai negara hingga akhirnya meraih medali emas yang sangat membanggakan.
Keberhasilan Ria Puspita Dewi ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari civitas akademika Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan komunitas olahraga bela diri di Provinsi Bengkulu. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk berprestasi dan membawa nama daerah ke kancah nasional maupun internasional.
“Prestasi Ria adalah bukti bahwa dengan semangat, kerja keras, dan disiplin, kita bisa bersaing di level mana pun. Ini jadi kebanggaan besar bagi kami dan untuk Provinsi Bengkulu,” ujar salah satu dosen pembimbingnya di Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
Kini, setelah meraih medali emas, Ria tidak lantas berpuas diri. Ia justru semakin termotivasi untuk melangkah lebih jauh lagi. Dalam waktu dekat, ia menargetkan untuk mengikuti kejuaraan tingkat Asia dan dunia, serta bertekad mengembangkan hapkido di tanah kelahirannya agar lebih dikenal dan diminati masyarakat luas.
“Prestasi ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan saya selanjutnya. Saya ingin terus berkembang dan membawa nama Bengkulu lebih jauh lagi,” tutup Ria dengan penuh semangat.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra