Skip to main content

Ribuan ASN Serbu Pasar Panorama, Ekonomi Pedagang Bengkulu Menggeliat

Ribuan ASN Serbu Pasar Panorama, Ekonomi Pedagang Bengkulu Menggeliat

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pasar Panorama Kota Bengkulu kembali menjadi pusat perhatian publik. Sejak pagi, kawasan pasar tradisional terbesar di kota ini tampak dipenuhi oleh ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Mereka datang secara bersamaan untuk berbelanja kebutuhan pokok, peralatan rumah tangga, hingga jajanan pasar, sehingga menciptakan suasana yang jauh lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan belanja serentak yang digagas oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing. Program ini dirancang sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya di sektor perdagangan rakyat yang menjadi tulang punggung perekonomian kota.

Sejak memasuki area pasar, para ASN terlihat menyebar ke berbagai los dan kios. Ada yang membeli sembako seperti beras, gula, dan minyak goreng, sementara sebagian lainnya memburu perlengkapan rumah tangga, sayuran segar, hingga camilan khas. Interaksi langsung antara aparatur pemerintah dan pedagang menciptakan suasana akrab, bahkan beberapa ASN terlihat berbincang santai sambil menawar harga barang.

Bagi para pedagang, kehadiran ribuan pembeli dalam satu waktu menjadi angin segar. Putri, pedagang peralatan dapur di Pasar Panorama, mengaku omzet penjualannya meningkat drastis sejak adanya gerakan tersebut. Menurutnya, kondisi pasar yang biasanya sepi di jam tertentu berubah menjadi padat dan hidup.

“Biasanya pembeli datang silih berganti, tapi hari ini benar-benar ramai. Banyak yang beli dalam jumlah besar. Ini sangat membantu kami,” ujarnya dengan wajah sumringah. Putri berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala agar para pedagang kecil bisa terus merasakan dampaknya.
Hal serupa disampaikan oleh Depi Candra, pedagang pakaian yang telah berjualan di Pasar Panorama selama bertahun-tahun. Ia menilai program belanja serentak sebagai langkah positif yang mampu menghidupkan kembali gairah berdagang. Meski demikian, Depi juga menyampaikan masukan kepada pemerintah terkait penataan pasar.

Ia berharap seluruh pedagang, termasuk pedagang kaki lima yang masih berjualan di pinggir jalan, dapat diarahkan masuk ke dalam area pasar secara tertib. Menurutnya, selain menciptakan keadilan bagi semua pedagang, penataan yang baik juga akan mengurangi kemacetan dan membuat pasar lebih nyaman dikunjungi.

Tidak hanya pedagang, para ASN yang berperan sebagai pembeli juga mengaku terbantu dengan adanya program ini. Hendy, salah satu ASN di lingkungan Pemkot Bengkulu, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberi manfaat ganda. Selain bisa berbelanja kebutuhan pribadi, ia merasa turut berkontribusi langsung dalam mendukung ekonomi masyarakat.

“Daripada belanja di luar daerah atau di pusat perbelanjaan besar, lebih baik langsung ke pasar. Uangnya langsung berputar di sini,” ujar Hendy. Ia menambahkan, menjelang bulan Ramadan, kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk membeli stok kebutuhan rumah tangga.

Menurut Hendy, kondisi Pasar Panorama saat ini juga mengalami banyak perubahan positif. Ia menilai pasar terlihat lebih tertata, bersih, dan nyaman dibandingkan beberapa tahun lalu. Hal ini membuat para pembeli merasa lebih betah dan tidak ragu untuk datang kembali.
Pemerintah Kota Bengkulu berharap gerakan belanja serentak ini tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis semata. Ke depan, program serupa direncanakan menjadi agenda rutin yang melibatkan lebih banyak pihak, termasuk pelajar, BUMD, dan komunitas masyarakat.

Melalui langkah tersebut, pemerintah ingin membangun kebiasaan baru, yakni menjadikan pasar tradisional sebagai pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian, roda ekonomi di tingkat akar rumput dapat terus berputar, kesejahteraan pedagang meningkat, dan hubungan antara pemerintah dengan masyarakat semakin erat.

Lebih dari sekadar transaksi jual beli, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil. Pasar tidak hanya dilihat sebagai tempat berdagang, tetapi sebagai ruang sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam semangat kebersamaan dan gotong royong membangun ekonomi daerah.
Pewarta: Adi Saputra 
Editing: Adi Saputra