TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pusat pemerintahan Kota Bengkulu sempat berubah menjadi sorotan publik setelah terjadi aksi tak terpuji yang dilakukan oleh sejumlah oknum sopir mobil pengangkut sampah. Halaman Kantor Wali Kota Bengkulu hingga area Gedung DPRD mendadak dipenuhi tumpukan sampah, memunculkan bau menyengat dan pemandangan yang jauh dari kata pantas sebagai wajah birokrasi daerah.
Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba dan mengagetkan banyak pihak. Sampah yang seharusnya diangkut menuju tempat pembuangan akhir justru ditumpahkan di kawasan strategis pemerintahan. Aksi ini dinilai sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan yang dilakukan dengan cara keliru dan merugikan kepentingan umum.
Namun, situasi yang sempat memanas itu tidak berlangsung lama. Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, langsung merespons kejadian tersebut dengan turun langsung ke lokasi. Tanpa sekadar memberi instruksi dari balik meja, Ronny memilih terjun ke lapangan bersama sejumlah pejabat dan aparatur Pemerintah Kota Bengkulu untuk membersihkan tumpukan sampah yang berserakan.
Di bawah terik matahari, Wakil Wali Kota tampak memunguti sampah satu per satu, dibantu jajaran ASN dan petugas kebersihan. Aksi tersebut menjadi perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas, sekaligus menyampaikan pesan moral bahwa menjaga marwah pemerintah dan fasilitas publik adalah tanggung jawab bersama.
Ronny PL Tobing mengaku sangat menyayangkan tindakan para oknum sopir yang memilih cara anarkis dalam menyampaikan aspirasi. Menurutnya, Pemerintah Kota Bengkulu selama ini telah berupaya maksimal memberikan perhatian terhadap sektor persampahan, termasuk kesejahteraan para petugas dan infrastruktur pendukungnya.
“Pemerintah tidak tinggal diam. Kita sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan dan pengembangan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), agar proses pengelolaan sampah berjalan lebih baik dan para sopir bisa bekerja dengan nyaman. Mereka kita libatkan dan berdayakan demi keberlangsungan hidup keluarga mereka,” ujar Ronny di sela kegiatan pembersihan.
Ia menilai aksi penumpahan sampah tersebut justru mencederai upaya yang selama ini dilakukan pemerintah. Alih-alih menyelesaikan persoalan, tindakan tersebut malah menimbulkan masalah baru, merusak fasilitas publik, serta mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan bahwa ruang dialog dan komunikasi selalu terbuka bagi seluruh elemen, termasuk para sopir dan petugas kebersihan. Namun, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara santun, sesuai aturan, dan tidak merugikan kepentingan orang banyak.
“Kita siap duduk bersama, mendengarkan, dan mencari solusi. Tapi tindakan yang merusak lingkungan, mengotori kantor pemerintahan, dan menciptakan ketidaknyamanan publik jelas tidak bisa dibenarkan,” tegas Ronny.
Aksi cepat Wakil Wali Kota Bengkulu ini mendapat beragam respons dari masyarakat. Banyak pihak menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepemimpinan yang memberi teladan, sekaligus peringatan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir tindakan yang merusak tatanan dan wibawa daerah.
Pemerintah Kota Bengkulu juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait pengelolaan persampahan, termasuk pembinaan terhadap para sopir dan petugas di lapangan, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Harapannya, persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan kerja sama, bukan dengan aksi yang merugikan semua pihak.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra