Skip to main content

Sekda Bengkulu Lepas Kepulangan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Bandara Fatmawati

Sekda Bengkulu Lepas Kepulangan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Bandara Fatmawati

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>> Langit pagi di Bandara Fatmawati Soekarno tampak cerah ketika jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu melepas keberangkatan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, Kamis (26/2). Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian kunjungan kerja yang selama dua hari terakhir difokuskan pada penguatan sektor kebudayaan di Bumi Rafflesia.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, hadir langsung mengantar kepulangan menteri hingga ke area keberangkatan. Kehadiran Sekda bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun komunikasi aktif dengan pemerintah pusat, khususnya dalam bidang kebudayaan.

Suasana pengantaran berlangsung hangat namun tetap sederhana. Herwan Antoni menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat terhadap Bengkulu. Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis untuk melihat langsung potensi budaya daerah yang selama ini menjadi identitas masyarakat.

“Kami berharap kunjungan ini menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Bengkulu memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang besar, sehingga membutuhkan dukungan bersama agar bisa berkembang lebih optimal,” ujarnya.

Selama berada di Bengkulu, Fadli Zon meninjau sejumlah situs bersejarah yang menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah daerah. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi aktual sekaligus menggali peluang pengembangan kawasan berbasis warisan budaya. Selain itu, Menteri Kebudayaan juga melaksanakan pertemuan dan silaturahmi dengan jajaran pemerintah daerah guna membahas strategi pemajuan kebudayaan.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu turut mengemuka, mulai dari pelestarian cagar budaya, penguatan ekosistem seni, hingga pemberdayaan komunitas kreatif lokal. Pemerintah Provinsi Bengkulu menyampaikan sejumlah usulan program yang diharapkan dapat bersinergi dengan kebijakan nasional di bidang kebudayaan.

Herwan Antoni menegaskan bahwa dukungan pusat sangat dibutuhkan, terutama dalam aspek pendanaan, pendampingan teknis, serta promosi budaya daerah ke tingkat nasional maupun internasional. Ia optimistis, dengan komunikasi yang intensif, Bengkulu dapat menjadi salah satu daerah yang menonjol dalam pengelolaan warisan budaya.

Sementara itu, kunjungan kerja ini juga dinilai sebagai wujud perhatian pemerintah pusat terhadap daerah-daerah yang memiliki kekayaan sejarah namun belum sepenuhnya terekspos secara luas. Bengkulu, dengan jejak kolonial, tradisi lokal, dan keragaman seni, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi budaya.

Sejumlah kepala OPD yang turut hadir dalam pengantaran tersebut menyatakan kesiapan mereka menindaklanjuti hasil pembahasan selama kunjungan berlangsung. Program-program prioritas akan segera dirumuskan agar selaras dengan arah kebijakan Kementerian Kebudayaan.

Kehadiran Fadli Zon di Bengkulu juga diharapkan memberi semangat baru bagi para pelaku seni dan komunitas budaya. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong ruang-ruang kreatif agar tumbuh dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat.

Menutup rangkaian kunjungan, Herwan Antoni kembali menekankan pentingnya kesinambungan komunikasi antara daerah dan pusat. Ia berharap, apa yang telah dibahas selama kunjungan kerja dapat segera diwujudkan dalam bentuk program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dengan berakhirnya kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu kini bersiap menindaklanjuti berbagai agenda strategis yang telah disepakati. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu mempercepat pengembangan sektor kebudayaan, sekaligus memperkuat identitas Bengkulu sebagai daerah yang kaya sejarah dan tradisi.

Kepergian Menteri Kebudayaan dari Bandara Fatmawati Soekarno bukan sekadar akhir dari sebuah kunjungan kerja, melainkan awal dari babak baru kolaborasi antara pusat dan daerah dalam memajukan kebudayaan di Provinsi Bengkulu.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra