Skip to main content

Seluma dan Bengkulu Utara Perkuat Sinergi Replikasi Inovasi Daerah Melalui Bimtek IID 2025

Seluma dan Bengkulu Utara Perkuat Sinergi Replikasi Inovasi Daerah Melalui Bimtek IID 2025

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<>>>   Pemerintah Kabupaten Seluma dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara resmi mempererat kerja sama dalam bidang inovasi daerah dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Replikasi Inovasi E-Gardu Penangkis di Aula Bapperida Provinsi Bengkulu, Selasa (15/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2025, yang bertujuan meningkatkan efektivitas pelayanan publik serta mempercepat pencapaian target pembangunan di tingkat lokal.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Seluma, Drs. H. Erwan, M.Si, Kabid Riset Bapperida Provinsi Bengkulu, dan Kabid Litbang Kabupaten Bengkulu Utara, Linda Fitri, M.H. Ketiganya menjadi tokoh kunci dalam mendorong kolaborasi strategis antara dua daerah tersebut.

Salah satu fokus utama bimtek ini adalah replikasi inovasi E-Gardu Penangkis (Gerakan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan), sebuah platform digital terintegrasi milik Kabupaten Bengkulu Utara yang menyajikan data bantuan sosial berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan kepada masyarakat miskin dengan mengintegrasikan berbagai sumber data, seperti data kemiskinan, penerima bantuan sosial, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, dan data pendukung lainnya.

Kabupaten Seluma melalui Balitbang menyatakan komitmennya untuk mengadopsi dan mengembangkan sistem ini. Menurut Erwan, sistem E-Gardu Penangkis akan menjadi solusi konkret dalam menekan angka kemiskinan sekaligus memastikan program bantuan pemerintah lebih akurat dan tepat sasaran.

“Kami melihat E-Gardu Penangkis sebagai terobosan penting yang dapat membantu menyempurnakan sistem distribusi bantuan sosial di Seluma. Dengan sistem ini, kita bisa mencegah tumpang tindih bantuan, mempercepat proses verifikasi, serta memastikan bantuan sampai ke warga yang benar-benar membutuhkan,” ujar Erwan.

Di sisi lain, sebagai bentuk kerja sama timbal balik, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara juga akan mereplikasi inovasi Alat Tanam Benih Langsung (ATABELA) milik Dinas Pertanian Kabupaten Seluma. Inovasi ini telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani dalam budidaya padi sawah.

ATABELA merupakan alat pertanian sederhana yang mempermudah proses tanam padi secara langsung di lahan, menghemat waktu, dan mengurangi ketergantungan petani pada tenaga kerja. Inovasi ini dinilai relevan untuk diterapkan di Bengkulu Utara yang juga memiliki lahan pertanian yang luas dan potensial.

Kabid Litbang Kabupaten Bengkulu Utara, Linda Fitri, M.H, mengungkapkan bahwa ATABELA memiliki nilai strategis dalam mendukung program ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

“Kami menilai ATABELA sangat efektif dan cocok dengan kondisi pertanian di Bengkulu Utara. Replikasi ini akan kami sesuaikan dengan kebutuhan lokal agar memberikan dampak maksimal,” kata Linda.

Kegiatan bimtek ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu dan teknologi antardaerah, tetapi juga simbol komitmen bersama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang inovatif dan kolaboratif.

Kolaborasi dua kabupaten ini diapresiasi oleh Bapperida Provinsi Bengkulu. Dalam kesempatan itu, perwakilan dari Kabid Riset Bapperida menyampaikan bahwa replikasi inovasi antardaerah adalah langkah konkret dalam mempercepat akselerasi pembangunan melalui pendekatan inovatif berbasis kebutuhan lokal.

“Sinergi yang terbangun antara Seluma dan Bengkulu Utara menunjukkan bahwa inovasi tidak harus datang dari pusat. Daerah juga mampu menciptakan, mengembangkan, dan berbagi solusi terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaboratif ini, diharapkan replikasi inovasi daerah tidak hanya berhenti di dua kabupaten ini, tetapi dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Provinsi Bengkulu. Sinergi seperti ini juga diyakini akan mempercepat tercapainya tujuan pembangunan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan berkeadilan sosial.

Pemerintah Kabupaten Seluma sendiri menargetkan pengembangan sistem E-Gardu Penangkis dapat segera diimplementasikan dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya mendukung visi Seluma EMAS (Elok, Maju, Aman, dan Sejahtera).

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra