TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bengkulu, Dian Fitriani Wahyudi, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah menurunkan angka stunting. Bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), TP PKK melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan bagi keluarga berisiko stunting di Aula Kecamatan Gading Cempaka, Jumat (3/10).
Dalam kesempatan tersebut, Dian menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam rangka mempercepat penurunan prevalensi stunting di Kota Bengkulu. Menurutnya, stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang disebabkan kekurangan gizi dalam jangka waktu lama, diperparah dengan adanya infeksi berulang serta minimnya stimulasi psikososial pada 1000 hari pertama kehidupan anak.
“Stunting bukan hanya soal kurangnya gizi, tapi juga berkaitan erat dengan pola asuh dan lingkungan. Oleh karena itu, keluarga memiliki peranan penting dalam memutus mata rantai stunting,” tegas Dian dalam sambutannya.
Ia menambahkan, perilaku hidup sehat harus ditanamkan secara sadar dan berkelanjutan dalam kehidupan keluarga. Dengan begitu, anak-anak akan tumbuh optimal baik dari segi fisik maupun kecerdasan. Upaya ini, lanjut Dian, tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk masyarakat, pemerintah, dan lembaga sosial.
Sebagai wujud nyata kepedulian, TP PKK bersama Baznas dan DP3AP2KB menyalurkan sebanyak 65 paket bantuan kepada keluarga berisiko stunting. Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok seperti beras, telur ayam, dan susu yang diharapkan dapat membantu mencukupi asupan gizi anak-anak di lima kecamatan di Kota Bengkulu.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya bermanfaat secara sementara, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran keluarga akan pentingnya gizi seimbang,” ujar Dian.
Kegiatan ini juga dihadiri jajaran TP PKK Kecamatan Gading Cempaka, para penyuluh keluarga berencana, serta tim pendamping keluarga. Mereka ikut terlibat aktif dalam mendampingi masyarakat, terutama dalam memberikan edukasi terkait pencegahan stunting dan penerapan pola hidup sehat di lingkungan keluarga.
Baznas Kota Bengkulu turut menegaskan komitmennya untuk mendukung program sosial kemasyarakatan yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas generasi muda. Melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah, Baznas berharap semakin banyak keluarga yang bisa terbantu dalam memenuhi kebutuhan dasar, terutama di bidang kesehatan dan gizi.
Sementara itu, DP3AP2KB juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak agar angka stunting di Kota Bengkulu dapat terus ditekan. Edukasi mengenai 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) terus disosialisasikan kepada masyarakat, sebab masa ini dianggap krusial dalam menentukan tumbuh kembang anak di masa depan.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah kota bersama TP PKK dan mitra terkait menargetkan angka stunting di Bengkulu dapat menurun secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Upaya pencegahan dan penanganan stunting diharapkan menjadi gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
Dian Fitriani Wahyudi menutup kegiatan dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap isu stunting. “Generasi sehat adalah modal penting membangun bangsa. Mari kita bersama-sama menjaga anak-anak kita agar tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra