Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Apresiasi AMJ, Satukan Media dan Kreator Konten

Wali Kota Bengkulu Apresiasi AMJ, Satukan Media dan Kreator Konten

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Deklarasi Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) resmi digelar di Hotel Mercure Kota Bengkulu, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi penanda lahirnya sebuah organisasi baru yang mengusung semangat kolaborasi lintas profesi di bidang informasi dan komunikasi. Tidak hanya menghimpun perusahaan media siber dan jurnalis profesional, AMJ juga merangkul kreator konten serta influencer yang selama ini aktif di berbagai platform digital.

Sejak awal berdiri, AMJ telah mencatat lebih dari 105 media online sebagai anggota, ratusan jurnalis aktif, serta puluhan kreator konten dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Komposisi keanggotaan yang beragam ini menjadikan AMJ sebagai salah satu organisasi pers dengan jaringan paling luas di tingkat daerah, sekaligus mencerminkan realitas baru dunia informasi yang semakin terintegrasi dengan teknologi digital.
Pembentukan AMJ berangkat dari kesadaran bersama bahwa lanskap jurnalistik mengalami perubahan besar. Masyarakat kini lebih banyak mengonsumsi berita melalui gawai, media sosial, dan platform daring dibandingkan media cetak atau siaran konvensional. Perubahan ini membawa peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, arus informasi menjadi lebih cepat dan mudah diakses. Namun di sisi lain, kualitas konten sering kali tidak terkontrol, sehingga memicu penyebaran hoaks, disinformasi, dan konten yang tidak memenuhi kaidah jurnalistik.

Dalam paparan latar belakang kegiatan, disebutkan bahwa sebagian besar perusahaan pers di Indonesia kini telah beralih ke model digital. Bahkan lebih dari tiga perempat media menjadikan platform daring sebagai kanal utama distribusi berita. Sementara itu, media sosial berkembang menjadi ruang publik baru yang memungkinkan siapa pun memproduksi dan menyebarkan informasi tanpa proses penyuntingan redaksional yang ketat.

Kondisi inilah yang mendorong lahirnya AMJ sebagai ruang kolaborasi. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara jurnalisme profesional dan ekosistem kreator digital. AMJ membawa pesan bahwa kebebasan berekspresi harus sejalan dengan tanggung jawab, baik secara etika maupun hukum, sehingga masyarakat tetap mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya.

Tema deklarasi “Kolaboratif dan Adaptif di Era Transformasi Digital” menggambarkan arah gerak AMJ ke depan. Kolaboratif menekankan pentingnya sinergi antarplatform, sementara adaptif mengandung makna kesiapan untuk mengikuti perkembangan teknologi. Melalui tema ini, AMJ ingin menegaskan bahwa jurnalisme tidak boleh terjebak pada pola lama, melainkan harus terus berinovasi tanpa meninggalkan prinsip dasar kejujuran, verifikasi, dan keberimbangan.

Pada fase awal, kepemimpinan AMJ dipercayakan kepada Wibowo Susilo, pendiri media Bengkulu Today. Ia ditunjuk untuk menyusun struktur organisasi, merangkul seluruh elemen anggota, serta merancang program kerja yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dalam sambutannya, Wibowo menyampaikan bahwa AMJ tidak ingin menjadi organisasi seremonial semata. Ia menargetkan AMJ dapat menjadi ruang belajar bersama melalui pelatihan jurnalistik digital, diskusi etika pemberitaan, serta advokasi bagi jurnalis dan kreator yang menghadapi persoalan hukum.
Deklarasi AMJ juga dihadiri Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi. Dalam kesempatan tersebut, Dedy menyampaikan dukungannya terhadap kehadiran AMJ sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga kualitas informasi publik. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat dan menciptakan iklim demokrasi yang sehat.

Sebagai mantan jurnalis, Dedy Wahyudi menekankan bahwa profesi media tidak hanya soal menyampaikan berita, tetapi juga tentang tanggung jawab moral kepada publik. Ia mengingatkan agar para jurnalis dan kreator konten tetap memegang teguh prinsip etika, terutama di tengah derasnya arus informasi di media sosial. “Kecepatan memang penting, tapi kebenaran jauh lebih utama. Jangan sampai kita mengejar viral, tetapi mengorbankan akurasi,” ujarnya.

Dedy juga berharap AMJ dapat menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda yang tertarik terjun ke dunia media. Menurutnya, literasi digital harus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan insan pers, AMJ diharapkan mampu menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab di Bengkulu.

Dengan fondasi kolaborasi yang kuat, AMJ berambisi menjadi model sinergi media di tingkat regional, bahkan nasional. Kehadirannya diharapkan tidak hanya memperkuat profesionalisme jurnalis, tetapi juga meningkatkan kualitas konten digital, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang mencerdaskan, berimbang, dan dapat dipercaya.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra