Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Berangkat Haji 2026, Penantian 15 Tahun Akhirnya Terwujud

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama istri berangkat haji 2026 setelah menunggu 15 tahun. Ribuan warga hadir dalam Walimatul Safar penuh haru.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, bersiap meninggalkan sejenak tugas kedinasannya untuk menunaikan rukun Islam kelima. Momen ini menjadi sangat istimewa setelah penantian panjang selama 15 tahun akhirnya berbuah keberangkatan ke Tanah Suci.

Dedy bersama sang istri, Dian Fitriani, dijadwalkan berangkat pada Minggu, 26 April 2026. Keduanya tergabung dalam Kloter 4 Embarkasi Padang, setelah sebelumnya mendaftar sebagai calon jemaah haji sejak tahun 2011 melalui jalur reguler.

Keberangkatan tersebut bukan hanya menjadi perjalanan spiritual pribadi, tetapi juga momentum emosional yang dirasakan masyarakat Kota Bengkulu. Hal itu terlihat dalam kegiatan Walimatul Safar yang digelar di kediaman Dedy beberapa waktu lalu. Ribuan warga memadati lokasi acara untuk memberikan doa dan dukungan, menciptakan suasana penuh haru dan kehangatan.

Berbeda dari biasanya, kedatangan masyarakat bukan untuk menyampaikan aspirasi terkait pelayanan publik atau persoalan birokrasi. Mereka hadir dengan niat tulus, memberikan doa agar pemimpinnya dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali dengan predikat haji mabrur dan mabruroh.

Dalam kesempatan tersebut, Dedy menegaskan bahwa keberangkatannya ke Tanah Suci tidak berkaitan dengan jabatannya sebagai kepala daerah. Ia menepis anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa dirinya mendapatkan kemudahan karena posisi yang diemban.

“Ada yang beranggapan saya bisa berangkat karena jabatan sebagai wali kota. Itu tidak benar. Kami mendaftar sejak tahun 2011 dan mengikuti antrean seperti jemaah lainnya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk transparansi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa proses pemberangkatan haji tetap mengacu pada sistem antrean yang berlaku secara nasional.

Sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat, khususnya para jemaah haji asal Kota Bengkulu, Dedy memberikan kejutan istimewa. Sebanyak 1.231 calon jemaah haji menerima seragam batik eksklusif yang dirancang langsung oleh sang istri, Dian Fitriani.

Seragam tersebut tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan daerah. Dengan motif khas yang mencerminkan kearifan lokal, batik tersebut diharapkan mampu memperkenalkan identitas “Bumi Merah Putih” di kancah internasional, khususnya di Tanah Suci.

Langkah ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Banyak yang menilai bahwa perhatian Dedy terhadap jemaah haji menunjukkan kepedulian yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan kebersamaan.

Bagi warga Bengkulu, keberangkatan sang wali kota bukan sekadar perjalanan ibadah biasa. Ada harapan besar yang dititipkan agar Dedy turut mendoakan kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat di tempat-tempat mustajab selama pelaksanaan ibadah haji.

Salah seorang warga yang hadir dalam acara pelepasan menyampaikan doa dan harapannya. Ia berharap Dedy selalu diberikan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan ibadah, serta kembali dengan membawa keberkahan bagi Kota Bengkulu.

“Kami mendoakan beliau sehat selama di Tanah Suci. Semoga sepulangnya nanti membawa keberkahan dan semangat baru untuk membangun kota ini menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Menanggapi harapan tersebut, Dedy menyatakan komitmennya untuk membawa doa-doa masyarakat ke Tanah Suci. Ia mengaku akan memanfaatkan momen ibadah haji sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus memohon kebaikan bagi seluruh warga Bengkulu.

Menurutnya, ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual pribadi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengetuk pintu langit demi kepentingan yang lebih luas, termasuk kemajuan daerah yang dipimpinnya.

Dengan keberangkatan ini, masyarakat Bengkulu berharap nilai-nilai spiritual yang diperoleh dapat semakin memperkuat kepemimpinan Dedy Wahyudi ke depan, serta membawa dampak positif bagi pembangunan kota yang lebih religius, maju, dan harmonis.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra