TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam menjaga warisan sejarah kembali ditegaskan Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, melalui langkah aktif di tingkat nasional. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi X DPR RI yang digelar di Jakarta, Selasa (3/2/2026), Dedy menyuarakan langsung kebutuhan Kota Bengkulu akan dukungan nyata pemerintah pusat dalam upaya pelestarian dan pengelolaan cagar budaya.
Bagi Dedy, pelestarian situs bersejarah bukan sekadar menjaga peninggalan masa lalu, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan pariwisata daerah. Ia menilai Bengkulu memiliki kekayaan sejarah yang besar, namun belum sepenuhnya tergarap secara optimal akibat keterbatasan anggaran dan dukungan teknis.
“Bengkulu menyimpan banyak jejak sejarah nasional yang sangat berharga. Jika dikelola dengan serius dan mendapat dukungan pusat, potensi ini bisa menjadi kekuatan besar bagi pariwisata berbasis sejarah dan budaya,” ujar Dedy, Rabu (4/2/2026).
RDP tersebut berlangsung hangat dan penuh makna, terlebih dengan kehadiran dua anggota Komisi X DPR RI yang memiliki keterikatan emosional dengan Bengkulu, yakni Dewi Coryati dan Puti Guntur Soekarno. Kehadiran keduanya memberi nuansa tersendiri dalam pembahasan, terutama ketika diskusi menyentuh nilai historis Bengkulu dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Puti Guntur Soekarno, cucu Proklamator RI Soekarno dan Ibu Fatmawati, secara terbuka mengungkapkan rasa bangganya terhadap Bengkulu sebagai bagian dari akar sejarah keluarganya. Ia menyinggung garis keturunan Ibu Fatmawati yang memiliki keterkaitan dengan Kesultanan Indra Pura di Mukomuko, wilayah yang secara historis berada dalam lingkup Bengkulu.
Pernyataan tersebut memperkuat pandangan bahwa Bengkulu bukan hanya daerah persinggahan sejarah, melainkan tanah kelahiran dan asal-usul tokoh-tokoh penting bangsa. Menurut Dedy, narasi sejarah seperti ini perlu diangkat dan diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat nasional maupun internasional.
“Sejarah Bengkulu memiliki nilai besar bagi Indonesia. Ini bukan hanya tentang bangunan tua, tetapi tentang identitas dan perjalanan bangsa,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Dedy juga secara tegas mengusulkan adanya alokasi anggaran khusus dari pemerintah pusat untuk pemeliharaan, restorasi, serta pengembangan kawasan cagar budaya di Kota Bengkulu. Ia meyakini, dengan dukungan kebijakan dan pendanaan yang memadai, Bengkulu mampu bertransformasi menjadi destinasi wisata sejarah unggulan di Indonesia.
Lebih jauh, Dedy menyampaikan bahwa pengembangan cagar budaya juga akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan sektor UMKM dan industri kreatif berbasis budaya.
Sebagai bentuk keseriusan dan keterbukaan, Walikota Bengkulu turut mengundang jajaran Komisi X DPR RI, termasuk Ketua DPR RI Puan Maharani, untuk berkunjung langsung ke Bengkulu. Ia berharap kunjungan tersebut dapat menjadi momentum penting untuk melihat langsung potensi sejarah dan budaya yang dimiliki daerahnya.
“Jika pemerintah pusat sudah memberi perhatian, maka Bengkulu punya peluang besar untuk sejajar dengan daerah-daerah wisata unggulan lainnya di Indonesia,” ujar Dedy optimistis.
Dalam RDP tersebut, Walikota Bengkulu didampingi Wakil Walikota Bengkulu Ronny PL Tobing, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, serta Asisten III Setda Kota Bengkulu Tony Elfian. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini menegaskan keseriusan Pemerintah Kota Bengkulu dalam memperjuangkan masa depan pelestarian budaya dan pariwisata daerah.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra