Skip to main content

Program GENTING Jadi Andalan Pemkot Bengkulu Tekan Stunting

Program GENTING Jadi Andalan Pemkot Bengkulu Tekan Stunting

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu semakin memantapkan langkah strategis dalam menekan dan menghapus kasus stunting melalui penguatan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program ini menjadi salah satu inovasi unggulan daerah yang mengedepankan kolaborasi sosial sebagai kunci utama percepatan penanganan stunting.

GENTING dirancang bukan sekadar sebagai bantuan sementara, melainkan pendekatan menyeluruh yang menempatkan kepedulian masyarakat sebagai fondasi utama. Melalui program ini, anak-anak yang mengalami stunting maupun berisiko stunting akan mendapatkan pendampingan langsung dari orang tua asuh, terutama dalam pemenuhan kebutuhan gizi harian.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu, Rosminiarty, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan dan pemetaan secara detail terhadap anak-anak yang membutuhkan intervensi.

Menurutnya, proses pemetaan menjadi tahapan krusial agar setiap anak yang teridentifikasi stunting benar-benar mendapatkan pendamping yang tepat dan berkelanjutan. Pendampingan tersebut mencakup pemberian makanan bergizi seimbang, susu secara rutin, serta pemantauan tumbuh kembang anak.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang terlewat. Setiap anak yang membutuhkan harus mendapatkan perhatian khusus, terutama dalam asupan nutrisi hariannya,” ujar Rosminiarty, Selasa (3/2/2026).

Berdasarkan hasil pendataan Pemerintah Kota Bengkulu selama periode Januari hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 45 anak berada dalam kondisi stunting, sementara 97 anak lainnya masuk kategori berisiko stunting. Angka tersebut menjadi dasar penyusunan strategi intervensi yang lebih terarah dan tepat sasaran.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Bengkulu telah menetapkan sebanyak 41 orang tua asuh yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari aparatur pemerintah hingga unsur masyarakat. Para orang tua asuh ini memiliki tanggung jawab memberikan dukungan secara konsisten, khususnya terkait pemenuhan gizi dan perhatian terhadap pola hidup sehat anak.

Program ini juga memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi stunting di Kota Bengkulu menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Pada tahun 2022, angka stunting tercatat sebesar 12,9 persen, kemudian turun drastis menjadi 6,7 persen pada tahun 2023.

Penurunan tersebut menjadi indikator bahwa upaya terintegrasi yang dilakukan pemerintah daerah mulai membuahkan hasil. Meski demikian, Pemkot Bengkulu menegaskan bahwa capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan menjadi pemacu untuk bekerja lebih keras hingga target zero stunting benar-benar terwujud.

Dalam pelaksanaannya, program GENTING tidak berjalan sendiri. Pemerintah kota terus melakukan evaluasi rutin bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, tenaga kesehatan, serta kader di lapangan. Evaluasi tersebut bertujuan memastikan bahwa bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi riil anak dan keluarga penerima manfaat.

Selain intervensi gizi, edukasi kepada keluarga juga menjadi bagian penting dari program ini. Orang tua diberikan pemahaman tentang pentingnya pola asuh yang tepat, kebersihan lingkungan, serta pemantauan kesehatan secara berkala untuk mencegah stunting berulang.

Dengan semangat gotong royong dan keterlibatan berbagai pihak, Pemkot Bengkulu optimistis program GENTING dapat menjadi gerakan berkelanjutan. Program ini diharapkan tidak hanya menekan angka stunting saat ini, tetapi juga membentuk fondasi kuat bagi terwujudnya generasi Kota Bengkulu yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa mendatang.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra