TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu memperkuat komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) sebagai bagian dari strategi membangun pemerintahan yang terbuka dan melibatkan masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Ormas Kota Bengkulu Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Hidayah, Kantor Wali Kota Bengkulu, Selasa (6/10/2026).
Rakor yang mengusung tema “Penguatan Peran Serta Ormas dalam Pembangunan Kota Bengkulu” itu menjadi ruang bersama untuk menyatukan persepsi antara pemerintah daerah dan berbagai organisasi masyarakat. Pertemuan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat peran ormas sebagai mitra pemerintah dalam mengawal sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi hadir bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing dan Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Yeni Puspita. Kegiatan turut diikuti Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bengkulu Saipul Apandi, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Bengkulu, serta pengurus berbagai ormas.
Dalam forum tersebut, sedikitnya 38 organisasi kemasyarakatan hadir. Mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai dari organisasi keagamaan, sosial, kepemudaan hingga kelompok masyarakat lainnya yang selama ini memiliki aktivitas di tengah warga.
Kepala Kesbangpol Kota Bengkulu Saipul Apandi mengatakan, keberadaan ormas memiliki posisi penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, koordinasi secara berkala diperlukan agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memperoleh dukungan luas.
Menurut Saipul, pemerintah daerah tidak hanya membutuhkan dukungan dalam bentuk partisipasi, tetapi juga masukan dari masyarakat. Ormas dinilai memiliki kedekatan dengan berbagai kelompok warga sehingga dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi pemerintah dalam melihat persoalan yang berkembang di lapangan.
Rakor tersebut sekaligus menjadi upaya menyinergikan agenda pemerintah dengan potensi yang dimiliki organisasi masyarakat. Dengan hubungan yang terbangun secara baik, berbagai program pemerintah diharapkan dapat disampaikan dan diterima masyarakat secara lebih luas.
Sementara itu, Dedy Wahyudi menekankan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting karena berbagai kebijakan dan program pemerintah pada akhirnya ditujukan untuk kepentingan masyarakat.
Ia mengajak seluruh ormas di Kota Bengkulu mengambil peran sesuai bidang dan kapasitas masing-masing. Menurutnya, banyaknya organisasi yang tumbuh di tengah masyarakat merupakan kekuatan sosial yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pencapaian target pembangunan.
Dedy juga mengingatkan bahwa masyarakat mempunyai hak untuk ikut mengawasi jalannya pemerintahan. Pengelolaan anggaran daerah, kata dia, harus mendapat perhatian bersama karena sumber pembiayaan pembangunan berasal dari uang rakyat.
Karena itu, ia berharap hubungan pemerintah dengan ormas tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kemitraan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk kerja sama nyata, komunikasi yang terbuka, serta penyampaian kritik dan saran secara konstruktif.
“Pemerintah memiliki kewenangan membuat regulasi, sementara masyarakat dapat ikut berperan dalam mengawal pelaksanaannya. Sinergi ini penting agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dedy.
Kehadiran puluhan ormas dalam rakor tersebut menunjukkan adanya komitmen untuk membangun hubungan yang lebih produktif antara pemerintah dan masyarakat sipil. Ormas juga didorong untuk memberikan masukan terhadap kebijakan daerah sekaligus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial.
Pemkot Bengkulu berharap komunikasi yang terbangun melalui rakor dapat dilanjutkan dalam berbagai kegiatan dan program. Dengan kolaborasi yang kuat, pemerintah optimistis pembangunan Kota Bengkulu dapat berjalan lebih transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kemitraan pemerintah dan ormas diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam menciptakan Kota Bengkulu yang semakin maju, sejahtera, kondusif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.
Pewarta :Amg
Editing : Adi Saputra