TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Kondisi banjir yang tak kunjung surut di sejumlah kawasan Kota Bengkulu mendapat perhatian serius dari Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Bengkulu, Andi Saputra, S.Pd.I. Ia menilai persoalan banjir yang melanda permukiman warga selama beberapa hari terakhir tidak boleh hanya disikapi dengan pernyataan empati, melainkan harus dibarengi langkah konkret dari seluruh pemangku kebijakan.
Hal tersebut disampaikan Andi Saputra saat rapat paripurna DPRD Kota Bengkulu yang digelar pada Senin (5/1/2026). Dalam forum resmi itu, ia mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi warga yang sejak Kamis lalu masih bertahan di tengah genangan air dan menghadapi berbagai kesulitan, mulai dari aktivitas harian hingga persoalan kesehatan.
Menurut Andi, banjir yang terjadi bukan hanya persoalan musiman akibat curah hujan, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pembangunan yang berlangsung di wilayah terdampak. Ia menyebutkan, sejumlah proyek konstruksi yang tengah berjalan diduga turut memperparah kondisi banjir karena belum diselesaikan sesuai dengan target waktu yang direncanakan.
“Warga sudah berhari-hari hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Ini bukan persoalan sepele. Kita tidak bisa menutup mata karena mereka membutuhkan kehadiran dan solusi nyata dari pemerintah serta DPRD,” ujar Andi di hadapan pimpinan dan anggota dewan.
Ia menegaskan, DPRD Kota Bengkulu memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Andi menilai, apabila proyek pembangunan tidak dikelola dengan baik, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh warga sekitar, termasuk risiko banjir yang berkepanjangan.
Lebih lanjut, Andi mengusulkan agar DPRD tidak berhenti pada penyampaian aspirasi di ruang sidang. Ia mendorong seluruh anggota dewan untuk turun langsung ke lokasi banjir guna melihat kondisi riil di lapangan, sekaligus memastikan pihak terkait bertindak cepat dalam menyelesaikan proyek konstruksi yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama genangan air.
“Kita perlu turun langsung, melihat sendiri kondisi warga, dan mendorong percepatan penyelesaian pembangunan yang bermasalah. Ini penting agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap dampak pembangunan terhadap lingkungan. Menurutnya, setiap proyek harus memperhatikan aspek keselamatan masyarakat dan tidak boleh mengorbankan kepentingan warga demi kepentingan pembangunan semata.
Andi berharap, dengan keterlibatan aktif DPRD Kota Bengkulu serta sinergi bersama pemerintah daerah dan pihak pelaksana proyek, persoalan banjir dapat segera diatasi. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kepekaan sosial dan respons cepat terhadap keluhan masyarakat yang terdampak bencana.
“DPRD harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam kebijakan, tetapi juga dalam aksi nyata. Kepentingan warga harus menjadi prioritas utama,” pungkas Andi.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra