TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tulungagung terus berupaya memperkuat ketahanan sosial dan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui kegiatan bimbingan teknis sinergi media dan pemerintah dalam membangun nilai kebangsaan serta menangkal disinformasi, yang digelar di Hotel Azzana Tulungagung, Selasa (16/04/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh insan pers dari berbagai media serta organisasi kewartawanan di Kabupaten Tulungagung, salah satunya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tulungagung. Bimtek ini menjadi ruang dialog sekaligus penguatan peran strategis media dalam menjaga kualitas informasi di era digital yang berkembang sangat pesat.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Tulungagung, Agus Prijanto Utomo, S.E., dalam sambutannya menegaskan bahwa tema kegiatan tersebut memiliki makna yang sangat strategis. Ia menilai derasnya arus informasi di era digital saat ini membawa tantangan besar, khususnya terkait maraknya hoaks, disinformasi, provokasi, hingga narasi bermuatan ujaran kebencian yang berpotensi memecah persatuan bangsa.
“Media dan insan jurnalistik memegang peran penting sebagai penjaga nalar publik. Pers bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga pilar demokrasi yang memiliki tanggung jawab moral untuk menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Agus, dalam konteks kebangsaan, insan pers tidak cukup hanya cepat dalam menyampaikan informasi, namun juga harus cermat, beretika, serta mengedepankan prinsip-prinsip jurnalistik. Kesalahan dalam menyajikan informasi, terlebih yang tidak terverifikasi, dapat berdampak luas dan menggerus persatuan serta stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa disinformasi dan hoaks bukan sekadar persoalan informasi keliru, tetapi dapat berkembang menjadi ancaman serius terhadap kohesi sosial, kepercayaan publik, dan ketahanan nasional apabila tidak disikapi secara profesional oleh media.
“Di sinilah peran jurnalis sebagai penjaga nilai kebenaran dan perekat kebhinekaan menjadi sangat vital,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa pemerintah daerah melalui Bakesbangpol memandang organisasi jurnalistik sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas daerah, memperkuat wawasan kebangsaan, serta menumbuhkan kesadaran bela negara di tengah masyarakat. Sinergi antara media dan pemerintah, menurutnya, bukan untuk membatasi independensi pers, melainkan membangun komunikasi yang sehat, transparan, dan saling menghormati peran masing-masing.
“Pers tetap independen dan kritis, sementara pemerintah membuka ruang komunikasi dan informasi yang jelas. Dengan sinergi yang baik, ruang publik dapat dijaga tetap sehat dan produktif,” tambahnya.
Melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, Bakesbangpol berharap para insan jurnalistik semakin memahami pentingnya literasi kebangsaan, etika jurnalistik, serta kemampuan memverifikasi informasi secara komprehensif. Dengan bekal tersebut, media diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menangkal disinformasi, hoaks, dan provokasi, sekaligus menghadirkan pemberitaan yang mencerdaskan dan menyejukkan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat jejaring dan kolaborasi antarorganisasi jurnalistik dengan pemerintah daerah, sehingga tercipta ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab di Kabupaten Tulungagung.
“Semoga dari kegiatan ini lahir komitmen bersama untuk terus menghadirkan pemberitaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif, berimbang, dan memperkuat persatuan serta kesatuan bangsa,” ungkap Agus.
Sementara itu, Ketua PWI Tulungagung, Wiwik Eko, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh Bakesbangpol Kabupaten Tulungagung. Ia menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan tantangan jurnalistik saat ini, khususnya dalam menghadapi maraknya hoaks dan disinformasi di ruang digital.
Menurutnya, PWI sebagai organisasi profesi wartawan memiliki komitmen kuat untuk mendorong anggotanya agar tetap berpegang pada kode etik jurnalistik dan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap karya pemberitaan.
“Media harus hadir sebagai penjernih informasi, bukan justru memperkeruh suasana. Kami berharap insan pers di Tulungagung dapat menjadi contoh dalam menyajikan berita yang berimbang, bertanggung jawab, dan berwawasan kebangsaan,” ujarnya.
Kegiatan bimtek ini ditutup dengan penyampaian terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara. Bakesbangpol berharap sinergi yang terbangun antara media dan pemerintah daerah dapat terus berlanjut dan semakin kuat, demi menjaga persatuan, stabilitas daerah, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra