TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Upaya memperkenalkan batik Seluma kepada generasi muda terus dilakukan melalui berbagai kegiatan kreatif. Salah satunya lewat lomba fashion show busana batik yang mempertemukan pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sederajat dalam rangkaian Semarak Merah Putih Kabupaten Seluma 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Masjid Agung Baitul Falihin Seluma, Selasa (6/10/2026). Acara turut dihadiri Bupati Seluma Teddy Rahman, S.E., M.M., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Seluma Ny. dr. Mega Ayu Variza Teddy Rahman, MARS.
Fashion show ini diselenggarakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Seluma dengan mengangkat tema “Pesona Batik Semarak Merah Putih”. Sebanyak 17 peserta dari jenjang SD atau sederajat ambil bagian dalam ajang yang memadukan unsur budaya, kreativitas, dan semangat kebangsaan tersebut.
Pembukaan lomba dilakukan Ketua GOW Kabupaten Seluma, Ir. Hj. Dwi Halida Ariyani, M.M. Kehadiran sejumlah organisasi perempuan dan kemasyarakatan turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Di antaranya Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Seluma, Ketua Persit Danyon Seluma, serta Ketua IKDS Seluma.
Ketua panitia pelaksana, Sri Murti, S.E., M.Ak., mengatakan kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar untuk memberikan hiburan kepada masyarakat. Lebih dari itu, fashion show menjadi media edukasi budaya bagi anak-anak agar mengenal sekaligus menghargai warisan budaya Indonesia sejak usia sekolah.
Menurutnya, anak-anak perlu diberikan ruang untuk mengembangkan keberanian dan kreativitas melalui kegiatan positif. Perpaduan batik dengan konsep busana yang menarik dinilai dapat menjadi cara menyenangkan dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak diberikan kesempatan untuk berkreasi dan tampil percaya diri. Pada saat yang sama, mereka juga diajak mengenal serta mencintai warisan budaya bangsa,” ujarnya.
Ketua GOW Kabupaten Seluma, Dwi Halida Ariyani, menilai keberadaan batik Seluma memiliki potensi besar untuk terus diperkenalkan kepada masyarakat. Karena itu, kegiatan fashion show dinilai menjadi salah satu sarana efektif untuk mengangkat keberadaan batik lokal melalui pendekatan yang dekat dengan generasi muda.
Ia berharap batik Seluma tidak hanya dipandang sebagai pakaian tradisional, tetapi juga mampu berkembang menjadi bagian dari identitas daerah sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Harapannya batik Seluma semakin dikenal, semakin dicintai, dan semakin banyak digunakan masyarakat. Ini juga bagian dari upaya mendorong produk budaya daerah agar memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Semangat tersebut terlihat dari penampilan para peserta. Mereka mengenakan busana berbahan batik dengan beragam desain dan sentuhan modern. Meski tampil dengan gaya kekinian, karakter dan motif batik tetap menjadi unsur utama dalam setiap busana yang diperagakan.
Kreativitas para peserta juga terlihat dari cara mereka memadukan busana, aksesori, serta gaya penampilan di hadapan para tamu dan masyarakat yang menyaksikan.
Bagi GOW Kabupaten Seluma, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari gerakan pelestarian budaya yang melibatkan anak-anak secara langsung. Dengan mengenalkan batik sejak dini, diharapkan tumbuh generasi yang tidak hanya memahami budaya lokal, tetapi juga memiliki kebanggaan untuk menggunakannya.
Pelaksanaan fashion show juga memperkuat pesan Semarak Merah Putih Kabupaten Seluma 2026. Semangat kebangsaan dikemas melalui kegiatan budaya yang mendorong kreativitas, kebersamaan, serta partisipasi masyarakat.
Selain pelestarian batik, kegiatan tersebut menunjukkan peran organisasi wanita dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan penguatan identitas budaya daerah.
Batik Seluma pun diharapkan semakin mendapat ruang di tengah perkembangan tren fesyen modern. Dengan kreativitas generasi muda dan dukungan berbagai pihak, batik lokal berpeluang tampil lebih luas tanpa kehilangan nilai budaya yang menjadi ciri khasnya.
Pewarta :Hassan
Editing : Adi Saputra