Skip to main content

BI Bengkulu Gelar Sarasehan, Bahas Sinergi Moneter dan Fiskal untuk Ekonomi Berkelanjutan

BI Bengkulu Gelar Sarasehan, Bahas Sinergi Moneter dan Fiskal untuk Ekonomi Berkelanjutan.Kamis(20/3)(amg - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>>  Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI)  Bengkulu menggelar sarasehan bertema "Sinergi Moneter dan Fiskal: Mewujudkan Transformasi Ekonomi Bengkulu untuk Stabilisasi dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan". Acara ini berlangsung di salah satu hotel di Bengkulu dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, Mahasiswa, serta lembaga keuangan.Perekonomian Provinsi Bengkulu mengalami pertumbuhan signifikan di bawah kepemimpinan Gubernur Baru. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denni, menyampaikan bahwa berbagai sektor ekonomi menunjukkan perkembangan positif. Salah satu pencapaian terbesar adalah kesepakatan mengenai pengelolaan Pelabuhan Darmai, yang sebelumnya mengalami kendala dalam pengembangan infrastruktur dan transportasi barang.

“Dulunya, pembahasan terkait Pelabuhan Darmai sering mengalami hambatan. Namun, kini telah dicapai kesepakatan untuk merevitalisasi pelabuhan tersebut. Nantinya, pelabuhan ini akan menjadi gerbang utama bagi distribusi barang hasil perkebunan dan tambang, seperti sawit dan batubara, sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah,” ujar Raden Ahmad Deni.

BI Bengkulu Gelar Sarasehan, Bahas Sinergi Moneter dan Fiskal untuk Ekonomi Berkelanjutan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi  Bengkulu turut mendukung transformasi ekonomi daerah dengan menggelar sarasehan bertajuk “Sinergi Moneter dan Fiskal: Mewujudkan Transformasi Ekonomi Bengkulu untuk Stabilisasi dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, mahasiswa, serta lembaga keuangan.

Wahyu Yuwana Hidayat, menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. “Kami terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan ekonomi Bengkulu tetap stabil. Selain itu, transformasi ekonomi daerah perlu dilakukan secara berkelanjutan agar dapat menghadapi tantangan global dan nasional,” ujar Wahyu.

Ia juga menyoroti pentingnya kebijakan fiskal yang efektif dalam mengatasi inflasi dan mempertahankan daya beli masyarakat. Berbagai strategi tengah dikaji untuk mendukung pertumbuhan sektor usaha serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Selain membahas stabilitas ekonomi, sarasehan ini juga menjadi wadah diskusi mengenai peluang dan tantangan di berbagai sektor strategis. Beberapa sektor yang menjadi fokus utama adalah pertanian, perikanan, pariwisata, serta industri kreatif, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Bengkulu.

Salah satu topik yang juga dibahas dalam forum ini adalah pentingnya digitalisasi ekonomi. Menurut Wahyu, transformasi digital berperan penting dalam meningkatkan efisiensi usaha kecil dan menengah (UMKM), serta memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, serta para pelaku ekonomi, diharapkan perekonomian Bengkulu semakin tangguh dan inklusif. Langkah ini tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat Bengkulu.

Pewarta : AMG

Editing : Adi Saputra