TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu bergerak sigap menanggapi dampak cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Angin kencang disertai hujan deras menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan bangunan di berbagai titik, sehingga membutuhkan penanganan cepat guna menjaga keselamatan warga serta kelancaran aktivitas masyarakat.
Respons cepat tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemadam Kebakaran, aparat kepolisian, hingga partisipasi aktif masyarakat setempat. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam mempercepat proses evakuasi dan pembersihan material pascakejadian.
Berdasarkan laporan sementara yang diterima pemerintah daerah, terdapat sedikitnya sembilan titik utama yang terdampak dan menjadi prioritas penanganan. Salah satu lokasi yang cukup menyita perhatian berada di Jalan Batang Hari, Kelurahan Nusa Indah, di mana pohon berukuran besar tumbang dan sempat menghambat arus lalu lintas. Selain itu, DLH Kota Bengkulu juga melakukan pembersihan di sekitar Kantor BPBPK yang berlokasi di Jalan Jeruk, kawasan Lingkar Timur.
Tim BPBD Kota Bengkulu dikerahkan ke sejumlah kawasan padat penduduk serta jalur vital publik. Beberapa lokasi yang menjadi fokus penanganan di antaranya Jalan RE Martadinata RT 22 Kelurahan Kandang, kawasan Talang Kering di Kecamatan Muara Bangkahulu, serta wilayah Sukamerindu RT 05. Di lokasi-lokasi tersebut, petugas melakukan pemotongan dan evakuasi batang pohon tumbang yang berpotensi membahayakan warga.
Sementara itu, personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) turut melakukan penanganan khusus di Kelurahan Anggut, tepatnya di sekitar area PAUD IKPA. Keberadaan pohon tumbang di sekitar fasilitas pendidikan dinilai berisiko tinggi, sehingga penanganan diprioritaskan agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan aman.
Aparat kepolisian juga ambil bagian dalam pengamanan dan pembersihan dampak angin kencang. Penanganan dilakukan di Jalan Jenggalu, tepatnya di sekitar SMA Negeri 7 Kota Bengkulu, serta di Kelurahan Pasar Baru RT 01. Kehadiran polisi di lokasi tidak hanya membantu proses pembersihan, tetapi juga mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan.
Di sisi lain, semangat gotong royong masyarakat turut terlihat di RT 05 RW 02 Kelurahan Padang Nangka. Warga setempat secara swadaya bahu-membahu membersihkan pohon tumbang yang menutup akses jalan lingkungan. Partisipasi warga ini diapresiasi oleh pemerintah daerah sebagai bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Tak hanya menyebabkan pohon tumbang, terjangan angin kencang juga mengakibatkan kerusakan pada bangunan warga. Kelurahan Malabero tercatat sebagai salah satu wilayah terdampak cukup parah, dengan laporan tiga unit rumah mengalami kerusakan pada bagian atap akibat diterpa angin. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kerusakan serupa juga terjadi di kawasan Perumahan Vaganza 3 Blok D RT 26 Kelurahan Surabaya, di mana satu unit rumah dilaporkan mengalami atap terlepas. Selain itu, satu unit warung yang berada di depan Indomarco, Kelurahan Betungan, turut terdampak akibat cuaca ekstrem.
Pemerintah Kota Bengkulu mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca buruk melanda. Warga diminta berhati-hati terhadap potensi pohon tumbang, dahan patah, serta kerusakan struktur bangunan yang dapat membahayakan keselamatan. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kejadian darurat melalui Call Center 112 atau kepada OPD terkait agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra