Skip to main content

Damkar Kota Bengkulu Pastikan Kesiapsiagaan Personel Selama 24 Jam

Damkar Kota Bengkulu Pastikan Kesiapsiagaan Personel Selama 24 Jam

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu menegaskan komitmennya untuk selalu siaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seluruh personel dipastikan berada dalam kondisi siap tugas selama 24 jam guna merespons setiap laporan yang masuk, terutama terkait potensi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu, Yuliansyah, menegaskan bahwa setiap informasi dari masyarakat akan selalu ditindaklanjuti secara cepat tanpa pengecualian. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar potensi bahaya dapat segera ditangani sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Menurutnya, petugas tidak pernah membedakan atau memilah laporan yang diterima. Setiap panggilan darurat diperlakukan sebagai situasi serius hingga dilakukan pengecekan langsung di lokasi kejadian.

“Bagi kami semua laporan memiliki tingkat kepentingan yang sama. Kami tidak bisa langsung menilai apakah laporan itu benar atau tidak sebelum petugas turun langsung ke lapangan,” ujar Yuliansyah.

Laporan Iseng Masih Terjadi, Namun Tidak Ganggu Kesiapan Petugas

Dalam pelaksanaannya, Dinas Damkar Kota Bengkulu masih menghadapi tantangan berupa laporan palsu atau panggilan iseng dari oknum masyarakat. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat dan kesiapan petugas untuk menjalankan tugasnya.

Yuliansyah mengakui bahwa laporan tidak valid memang sempat cukup sering terjadi. Namun, dalam beberapa waktu terakhir jumlahnya mulai berkurang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya layanan darurat.

Meski demikian, pihaknya tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dengan tetap menanggapi setiap laporan yang masuk.

“Walaupun terkadang ada laporan yang tidak benar, itu tidak pernah memengaruhi kesiapan personel. Kami tetap menjalankan prosedur seperti biasa dan langsung melakukan pengecekan di lokasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, mengabaikan satu laporan saja bisa berisiko besar apabila kejadian tersebut ternyata benar-benar terjadi. Oleh karena itu, Damkar memilih untuk memastikan kondisi langsung di lapangan dibandingkan mengambil risiko dengan mengabaikan laporan.

Kecepatan Informasi Jadi Kunci Penanganan Kebakaran

Selain memastikan kesiapan personel, Yuliansyah juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan kejadian kebakaran, meskipun api yang terlihat masih kecil.

Menurutnya, kecepatan informasi dari masyarakat sangat menentukan keberhasilan petugas dalam melakukan penanganan awal sebelum api menyebar dan semakin sulit dikendalikan.

Ia menjelaskan bahwa keterlambatan laporan sering kali menjadi penyebab kebakaran berkembang menjadi lebih besar sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

“Jangan menunggu api membesar baru melapor. Ketika ada tanda-tanda kebakaran sekecil apa pun, segera hubungi petugas Damkar. Semakin cepat kami menerima laporan, semakin cepat pula penanganan bisa dilakukan,” katanya.

Warga Diminta Tetap Melapor Meski Api Terlihat Padam

Lebih lanjut, Yuliansyah juga menyoroti kebiasaan sebagian warga yang enggan melaporkan kejadian kebakaran karena merasa api sudah berhasil dipadamkan secara mandiri.

Padahal, menurutnya kondisi tersebut tetap perlu diperiksa oleh petugas untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi menyala kembali.

Dalam beberapa kasus, bara yang tersisa di material mudah terbakar dapat memicu kebakaran ulang apabila tidak ditangani secara tepat.

“Kami sering menemukan kasus di mana api terlihat sudah padam, tetapi ternyata masih ada bara yang tersisa. Jika tidak diperiksa dengan benar, bara itu bisa kembali menyala dan memicu kebakaran baru,” ungkapnya.

Komitmen Damkar Layani Masyarakat Secara Maksimal

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Bengkulu terus menempatkan personel di berbagai pos siaga yang tersebar di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan waktu respons petugas tetap cepat ketika menerima laporan dari masyarakat.

Dengan sistem kesiapsiagaan tersebut, Damkar berharap dapat menjangkau seluruh wilayah Kota Bengkulu secara lebih efektif dan meminimalkan potensi kerugian akibat kebakaran.

Yuliansyah menegaskan bahwa melayani masyarakat merupakan tanggung jawab utama yang harus dijalankan secara maksimal oleh seluruh personel.

“Kami selalu siap siaga di berbagai pos. Apapun bentuk laporan yang masuk dari masyarakat pasti kami tindak lanjuti. Itu sudah menjadi komitmen dan tanggung jawab kami sebagai petugas penyelamatan,” pungkasnya.

Pewarta: Amg

Editing: Adi Saputra