Skip to main content

Dishub Kota Bengkulu Atur Lalu Lintas CFN dan CFD di Belungguk Point

Dinas Perhubungan Kota Bengkulu menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Belungguk Point, Jalan S. Parman, untuk mendukung pelaksanaan Car Free Night dan Car Free Day pada 24–25 Oktober.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu menyiapkan pengaturan arus lalu lintas untuk mendukung pelaksanaan Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD) di kawasan Belungguk Point, Jalan S. Parman. Rekayasa lalu lintas ini dijadwalkan berlaku pada Sabtu malam, 24 Oktober, dan Minggu, 25 Oktober.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk menciptakan ruang publik yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat selama kegiatan bebas kendaraan berlangsung. Pengaturan ini sekaligus bertujuan mengurangi potensi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi acara.

Kepala Dishub Kota Bengkulu, Toni Hastri Putra, meminta pengendara maupun pengunjung memperhatikan perubahan arus kendaraan yang telah disiapkan petugas. Masyarakat juga diimbau mengetahui lokasi parkir sebelum menuju kawasan Belungguk Point agar perjalanan tetap tertib.

Menurut Toni, penutupan Jalan S. Parman merupakan bagian dari upaya memberikan keleluasaan kepada warga untuk menikmati kegiatan tanpa terganggu lalu lintas kendaraan bermotor.

Ia menegaskan, pemahaman masyarakat terhadap jalur alternatif dan pengaturan parkir menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelancaran kegiatan.

Dalam skema rekayasa lalu lintas yang disusun Dishub Kota Bengkulu, Jalan S. Parman menjadi kawasan utama bebas kendaraan. Penutupan diberlakukan pada ruas yang menghubungkan Simpang Lima dengan Simpang Sekip.

Selama pengaturan berlangsung, kendaraan bermotor tidak diperbolehkan melintasi ruas tersebut. Pengendara yang biasanya menggunakan jalur ini perlu menyesuaikan perjalanan dan memilih akses lain sesuai petunjuk petugas di lapangan.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih leluasa bagi pengunjung untuk beraktivitas di kawasan Belungguk Point, baik ketika menikmati agenda malam bebas kendaraan maupun kegiatan pada hari berikutnya.

Selain penutupan jalan utama, Dishub juga mengatur pergerakan kendaraan di sejumlah persimpangan untuk mencegah arus lalu lintas masuk ke area kegiatan.

Sebagai jalur alternatif, Jalan Beringin akan menerapkan sistem satu arah atau one way. Pengaturan ini membagi fungsi akses berdasarkan titik masuk dan keluar kendaraan.

Akses Jalan Beringin di dekat Simpang Lima diarahkan sebagai jalur keluar. Sementara itu, akses di sekitar Simpang Sekip atau Jalan Jati difungsikan sebagai jalur masuk.

Penerapan pola tersebut diharapkan membantu mengatur pergerakan kendaraan agar tidak terjadi pertemuan arus yang berpotensi menghambat lalu lintas di sekitar lokasi.

Dishub juga menetapkan penutupan akses menuju Jalan S. Parman dari persimpangan Jalan Mahoni dan Jalan Teratai. Pengendara yang biasa melewati kedua akses tersebut perlu mencari jalur lain selama rekayasa lalu lintas diberlakukan.

Masyarakat diharapkan mengikuti rambu sementara, arahan petugas, serta informasi pengalihan arus yang tersedia di sekitar kawasan kegiatan.

Selain pengaturan jalan, ketersediaan kantong parkir menjadi hal yang perlu diperhatikan pengunjung. Warga yang datang menggunakan kendaraan pribadi disarankan mencari lokasi parkir yang telah disiapkan dan tidak memarkir kendaraan sembarangan di sepanjang jalan.

Parkir yang tertib dapat membantu menjaga akses kendaraan darurat, mengurangi hambatan di tepi jalan, serta memudahkan pergerakan masyarakat menuju area kegiatan.

Toni mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal, terutama bagi warga yang hendak melintasi kawasan Belungguk Point pada waktu pelaksanaan CFN dan CFD.

Pengendara yang tidak memiliki kepentingan di lokasi juga disarankan menghindari ruas Jalan S. Parman yang ditutup dan menggunakan jalur alternatif untuk mencapai tujuan.

Melalui rekayasa lalu lintas ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap pelaksanaan Car Free Night dan Car Free Day dapat berjalan tertib tanpa mengabaikan keselamatan pengguna jalan.

Kerja sama masyarakat dalam mematuhi pengalihan arus, mengikuti petunjuk petugas, serta menggunakan fasilitas parkir secara tepat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan.

Dengan persiapan tersebut, kawasan Belungguk Point diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas masyarakat yang nyaman, sekaligus menjaga arus lalu lintas di ruas jalan sekitar tetap terkendali.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra