Skip to main content

Revitalisasi Kampung Cina Bengkulu Disiapkan Jadi Penggerak Wisata dan Ekonomi Warga

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mendorong pengembangan wisata terpadu melalui revitalisasi Kampung Cina dan perluasan jalur odong-odong yang menghubungkan sejumlah destinasi strategis di pusat kota.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Pemerintah Kota Bengkulu mulai mengarahkan pengembangan pariwisata pada konsep kawasan yang saling terhubung. Revitalisasi Kampung Cina menjadi salah satu langkah strategis untuk menghidupkan kembali kawasan bersejarah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, seiring rencana perluasan jalur transportasi wisata odong-odong.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menaruh harapan besar terhadap pengembangan tersebut. Menurutnya, penataan Kampung Cina berpotensi meningkatkan daya tarik wisata perkotaan apabila didukung konektivitas antarlokasi yang memudahkan pengunjung menjelajahi berbagai destinasi.

Pemerintah kota kini memusatkan perhatian pada penyelesaian revitalisasi Kampung Cina. Kawasan yang memiliki nilai sejarah ini diproyeksikan menjadi salah satu tujuan penting dalam jaringan wisata perkotaan, sekaligus ruang publik yang dapat dinikmati masyarakat maupun wisatawan.

Pengembangan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembenahan kawasan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat hubungan antara destinasi wisata, aktivitas perdagangan, dan kehidupan sosial masyarakat di pusat kota.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah memperluas rute odong-odong wisata agar dapat menjangkau lebih banyak titik strategis. Moda transportasi ini diharapkan menjadi pilihan bagi wisatawan untuk menikmati suasana kota melalui perjalanan yang praktis dan menarik.

Jalur yang direncanakan mencakup Belungguk Point, koridor Jalan Soeprapto, kawasan Pintu Batu, hingga Kampung Cina. Keterhubungan tersebut diharapkan membentuk pengalaman wisata yang lebih utuh, sehingga pengunjung tidak hanya beraktivitas di satu lokasi, tetapi juga terdorong mendatangi destinasi lainnya.

Dengan konsep tersebut, setiap kawasan memiliki peluang untuk saling mendukung. Pengunjung yang datang ke satu titik wisata berpotensi melanjutkan perjalanan ke lokasi lain, sekaligus mengenal lebih jauh karakter dan potensi yang dimiliki Kota Bengkulu.

Dedy Wahyudi optimistis penyelesaian revitalisasi Kampung Cina akan memberikan dorongan terhadap aktivitas pariwisata di wilayah tersebut.

"Alhamdulillah, nanti akan lebih ramai lagi setelah Kampung Cina selesai," ujar Dedy saat memberikan keterangan mengenai pengembangan wisata Kota Bengkulu, Kamis (22/10/2026).

Pernyataan tersebut mencerminkan harapan pemerintah daerah agar penataan kawasan bersejarah dapat meningkatkan kunjungan sekaligus memperkuat daya tarik pusat kota sebagai ruang rekreasi.

Pengembangan jaringan wisata terpadu juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas ekonomi di sekitar destinasi wisata.

Pengemudi odong-odong menjadi salah satu kelompok yang berpotensi merasakan dampak dari meningkatnya mobilitas wisatawan. Semakin luas jangkauan perjalanan dan semakin beragam pilihan tujuan, semakin terbuka pula peluang layanan transportasi wisata untuk berkembang.

Manfaat serupa diharapkan dirasakan pedagang makanan, pelaku usaha kuliner kaki lima, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Peningkatan kunjungan wisatawan berpotensi memperbesar kesempatan transaksi, terutama apabila pengunjung turut menghabiskan waktu untuk menikmati kuliner dan membeli produk lokal.

Dampak ekonomi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaku usaha yang berada tepat di kawasan Kampung Cina. Konektivitas antardestinasi berpeluang memperluas pergerakan pengunjung ke koridor perdagangan dan titik aktivitas ekonomi lainnya.

Meski demikian, manfaat tersebut akan bergantung pada pengelolaan kawasan, kemudahan akses, kenyamanan pengunjung, serta kesiapan pelaku usaha dalam menyambut pertumbuhan aktivitas wisata.

Revitalisasi Kampung Cina dan perluasan rute odong-odong menjadi bagian dari upaya membangun wajah pariwisata Kota Bengkulu yang lebih terintegrasi. Kawasan bersejarah tidak hanya ditempatkan sebagai objek untuk dikunjungi, tetapi juga berpotensi menjadi ruang interaksi yang mempertemukan wisatawan, warga, dan pelaku usaha lokal.

Keberhasilan konsep ini nantinya akan ditentukan oleh kemampuan pemerintah menjaga kualitas ruang publik, memperhatikan kebersihan, menata aktivitas perdagangan, serta mempertahankan karakter sejarah kawasan.

Jika berbagai unsur tersebut berjalan beriringan, jaringan wisata perkotaan dapat menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi lokal. Revitalisasi Kampung Cina pun diharapkan tidak sekadar mengubah tampilan kawasan, melainkan turut menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Bengkulu.

Melalui pengembangan yang terarah dan berkelanjutan, Pemerintah Kota Bengkulu berharap destinasi-destinasi di pusat kota semakin dikenal, kunjungan wisata meningkat, dan peluang usaha masyarakat tumbuh seiring bergeraknya sektor pariwisata daerah.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra