Skip to main content

Edi Hariyanto Tegaskan Administrasi BPJS Tak Boleh Hambat Pelayanan Kesehatan dalam Reses Dapil III

Edi Hariyanto Tegaskan Administrasi BPJS Tak Boleh Hambat Pelayanan Kesehatan dalam Reses Dapil III

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Dalam rangkaian kegiatan Reses Masa Sidang ke-III Tahun 2025, Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Daerah Pemilihan III (Selebar–Kampung Melayu), Edi Hariyanto, S.P., MM, kembali menekankan pentingnya komitmen pemerintah dan fasilitas kesehatan untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan tanpa hambatan. Reses yang berlangsung pada 6–8 Desember 2025 ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan aspirasi secara langsung kepada wakil mereka di parlemen.

Pada pertemuan tersebut, Edi menegaskan bahwa persoalan administrasi, khususnya terkait BPJS Kesehatan, tidak boleh menjadi alasan penolakan pelayanan. Ia menyoroti masih adanya laporan warga mengenai kendala pelayanan akibat status kepesertaan BPJS mandiri yang menunggak.

“Administrasi itu urusan belakangan. Yang utama adalah keselamatan dan penanganan pasien. Masyarakat harus tetap dilayani terlebih dahulu,” tegas Edi di hadapan peserta reses. Menurutnya, Pemerintah Kota Bengkulu telah menyediakan program BPJS gratis yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, termasuk bagi mereka yang sebelumnya terkendala tunggakan.

Kegiatan reses ini disambut antusias warga dari berbagai kelurahan. Beragam persoalan disampaikan, mulai dari layanan kesehatan, permasalahan infrastruktur jalan, hingga kebutuhan penataan lalu lintas dan penerangan jalan umum. Aspirasi tersebut mengalir secara terbuka, mencerminkan besarnya harapan masyarakat terhadap peran Edi sebagai wakil rakyat.

Untuk memastikan tindak lanjut yang cepat dan tepat, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Hadir dalam kesempatan tersebut Yosep Akmal Hariadi dari Dinas PUPR Kota Bengkulu, Riko dari BPJS Kesehatan, serta Sony dari Dinas Perhubungan Kota Bengkulu. Keterlibatan OPD dinilai penting karena mereka merupakan pihak yang memiliki kewenangan langsung dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang disuarakan masyarakat.

Selain isu kesehatan, Edi turut menyoroti persoalan keselamatan jalan raya. Salah satunya adalah kondisi rawan kecelakaan di kawasan Jalan Arung Jajar. Ia menjelaskan bahwa jarak putar balik yang terlalu jauh membuat sebagian pengguna jalan memilih mengambil jalur pintas, yang justru meningkatkan risiko kecelakaan.

“Kondisi ini harus segera dicari solusinya melalui koordinasi lintas instansi. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

Menutup kegiatan reses, Edi Hariyanto menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun tidak akan berhenti pada pencatatan semata. Ia berkomitmen untuk mengawal setiap usulan masyarakat hingga ke meja pembahasan DPRD Kota Bengkulu. Dirinya memastikan bahwa seluruh keluhan yang berkaitan dengan BPJS, perbaikan infrastruktur, maupun rekayasa lalu lintas akan disampaikan kepada OPD sesuai kewenangan masing-masing.

“Reses ini adalah wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan mereka. Tugas saya adalah memastikan apa yang disampaikan hari ini dapat ditindaklanjuti dan diwujudkan,” tutupnya.

Melalui kegiatan reses tersebut, masyarakat berharap adanya perubahan nyata, khususnya dalam pelayanan BPJS, peningkatan kualitas jalan, serta keamanan berlalu lintas di wilayah Selebar dan Kampung Melayu.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra