Skip to main content

“Elsimil Jadi Tameng Stunting, Semua Calon Pengantin Bengkulu Wajib Daftar”

“Elsimil Jadi Tameng Stunting, Semua Calon Pengantin Bengkulu Wajib Daftar”

TEROPONGPUBLIK .CO.ID - Pemerintah terus memperkuat langkah pencegahan stunting melalui berbagai program inovatif. Di Kota Bengkulu, salah satu upaya strategis yang kini semakin digencarkan adalah penerapan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil atau Elsimil. Program ini mewajibkan setiap pasangan yang akan melangsungkan pernikahan untuk memiliki sertifikat Elsimil sebagai syarat administrasi sekaligus bentuk deteksi dini kesiapan kesehatan calon orang tua.

Elsimil merupakan aplikasi berbasis digital yang dikembangkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerja sama dengan Kementerian Agama. Sejak mulai diberlakukan secara nasional pada awal 2022, Elsimil dirancang untuk memetakan kondisi kesehatan calon pengantin agar potensi lahirnya bayi dengan risiko stunting dapat ditekan sejak sebelum kehamilan terjadi.

Di Kota Bengkulu, kebijakan ini sudah diterapkan secara menyeluruh di seluruh kecamatan. Setiap calon pasangan pengantin yang mendaftarkan pernikahan diwajibkan mengunduh dan mengisi data melalui aplikasi Elsimil. Data tersebut kemudian menjadi dasar penilaian apakah calon pengantin perempuan dalam kondisi siap untuk hamil atau masih memerlukan pendampingan kesehatan.

Melalui Elsimil, calon pengantin diminta mengisi kuesioner yang berisi informasi kondisi fisik, riwayat kesehatan, status gizi, hingga hasil pemeriksaan medis. Pengisian ini dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan di fasilitas layanan kesehatan, seperti puskesmas atau klinik yang telah ditunjuk. Setelah data dimasukkan, sistem akan melakukan analisis secara otomatis.

Hasil dari analisis tersebut akan menunjukkan status calon pengantin perempuan, apakah berada dalam kategori “ideal” atau “berisiko”. Jika hasilnya ideal, maka pasangan dapat melanjutkan proses menuju pernikahan dan kehamilan dengan lebih tenang. Namun, jika terdeteksi berisiko, maka calon pengantin akan diarahkan untuk menjalani pendampingan dan intervensi kesehatan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk hamil.

Langkah ini dinilai sangat penting mengingat stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, melainkan juga berkaitan dengan perkembangan otak, kecerdasan, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, upaya pencegahan sejak pra-nikah menjadi strategi kunci dalam memutus mata rantai stunting.
Di Bengkulu, implementasi Elsimil juga disinergikan dengan layanan di Kantor Urusan Agama (KUA), puskesmas, serta kader kesehatan di tingkat kelurahan.

Dengan demikian, calon pengantin tidak hanya mengisi aplikasi, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan edukasi tentang kesehatan reproduksi, gizi, dan persiapan kehamilan yang sehat.

“Setiap pasangan yang akan menikah wajib mendaftar di Elsimil agar kondisi kesehatan calon pengantin bisa terdeteksi sejak tiga bulan sebelum pernikahan,” ujar salah satu petugas pelayanan kesehatan di Kota Bengkulu.

Menurutnya, rentang waktu tersebut penting agar jika ditemukan masalah kesehatan, masih ada kesempatan untuk melakukan perbaikan sebelum kehamilan terjadi.

Penerapan Elsimil diharapkan mampu menurunkan angka kelahiran bayi berisiko stunting di Bengkulu secara signifikan. Dengan sistem yang terintegrasi dan berbasis data, pemerintah dapat lebih mudah memantau kondisi calon ibu serta memberikan intervensi yang tepat sasaran.

Ke depan, Pemkot Bengkulu bersama BKKBN dan Kementerian Agama berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan Elsimil sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas. Program ini menjadi bukti bahwa pencegahan stunting tidak hanya dilakukan saat anak lahir, tetapi dimulai jauh sebelum proses kehamilan terjadi.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra