Skip to main content

Festival Tabut 2026 Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Bengkulu, Perputaran Uang Diproyeksi Capai Rp25 Miliar

Suasana pembukaan Festival Tabut 2026 di Lapangan Sport Center Pantai Panjang Bengkulu yang dipadati ribuan pengunjung dan pelaku UMKM, Kamis (18/6/2026). Festival budaya tahunan ini diproyeksikan menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp25 miliar selama pelaksanaannya. Foto: Istimewa.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<<>>>  Festival Tabut 2026 resmi dimulai di kawasan Lapangan Sport Center Pantai Panjang dan kembali menjadi magnet wisata budaya terbesar di Provinsi Bengkulu. Perhelatan budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Bengkulu ini tidak hanya menghadirkan berbagai ritual adat dan pertunjukan seni tradisional, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Selama sepuluh hari penyelenggaraan, Festival Tabut diperkirakan mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga mencapai Rp25 miliar. Proyeksi tersebut didorong oleh tingginya jumlah kunjungan wisatawan yang diperkirakan menembus angka 250 ribu orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran ratusan ribu pengunjung menjadi peluang besar bagi pelaku usaha mikro, pedagang kaki lima, pengelola hotel, restoran, hingga sektor jasa lainnya untuk meningkatkan pendapatan. Dampak ekonomi yang tercipta tidak hanya dirasakan langsung oleh masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bengkulu.

Pemerintah Kota Bengkulu menjadikan Festival Tabut sebagai salah satu momentum strategis untuk mendukung pencapaian target PAD tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp400 miliar. Berbagai sektor pendapatan daerah dioptimalkan selama pelaksanaan festival berlangsung.

Salah satu sumber penerimaan yang menjadi perhatian adalah sektor parkir. Melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait, sebanyak 73 titik kantong parkir resmi telah disiapkan di sekitar kawasan festival. Dari pengelolaan parkir tersebut, pemerintah menargetkan penerimaan PAD sebesar Rp60,7 juta.

Selain meningkatkan pendapatan daerah, penataan parkir resmi juga bertujuan memberikan kenyamanan kepada pengunjung sekaligus menekan praktik pungutan liar yang kerap muncul pada kegiatan dengan jumlah pengunjung besar. Pengelolaan yang lebih tertib diharapkan mampu menciptakan suasana festival yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Bengkulu melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) juga menghadirkan layanan Mobil Keliling Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Kehadiran layanan tersebut bertujuan mempermudah masyarakat yang ingin menunaikan kewajiban pajaknya tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.

Dengan tingginya aktivitas masyarakat di lokasi festival, pemerintah berharap tingkat kepatuhan pembayaran pajak dapat meningkat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas akses pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah.

Dampak ekonomi Festival Tabut juga dirasakan oleh sektor perhotelan dan kuliner. Tingkat hunian hotel dan penginapan diperkirakan mengalami peningkatan signifikan selama festival berlangsung. Kondisi serupa terjadi pada restoran, rumah makan, dan pusat kuliner yang dipadati wisatawan.

Meningkatnya transaksi pada sektor tersebut secara otomatis akan memberikan tambahan pemasukan melalui pajak hotel dan restoran yang menjadi salah satu komponen penting dalam PAD Kota Bengkulu. Semakin tinggi aktivitas ekonomi yang terjadi, semakin besar pula kontribusi yang masuk ke kas daerah.

Di sisi lain, pelaksanaan Festival Tabut turut menjadi sarana penataan kawasan wisata Pantai Panjang. Pemerintah bersama Dinas Pariwisata dan Satpol PP Kota Bengkulu melakukan penertiban terhadap lapak-lapak liar yang sebelumnya berada di badan jalan maupun area yang tidak sesuai peruntukan.

Ratusan pelaku UMKM kemudian diarahkan untuk menempati lokasi usaha yang telah disediakan secara resmi dan terdata. Kebijakan tersebut bertujuan menciptakan kawasan festival yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi pengunjung sekaligus memberikan kepastian usaha bagi para pedagang.

Penataan tersebut dinilai mampu meningkatkan citra kawasan wisata Pantai Panjang sebagai destinasi unggulan Bengkulu yang bersih dan tertata. Selain mendukung kegiatan festival, langkah ini juga menjadi investasi jangka panjang dalam pengembangan sektor pariwisata daerah.

Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa Festival Tabut bukan hanya agenda budaya tahunan, tetapi juga instrumen pembangunan ekonomi yang mampu menggerakkan berbagai sektor. Sinergi antara pelestarian budaya, pemberdayaan UMKM, serta optimalisasi pendapatan daerah menjadi bukti bahwa warisan tradisi dapat berjalan seiring dengan pembangunan modern.

Melalui Festival Tabut 2026, pemerintah berharap manfaat ekonomi yang tercipta dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Perputaran uang yang terjadi selama festival diharapkan kembali menjadi modal pembangunan daerah, mulai dari peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, hingga pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra