Skip to main content

Gubernur Bengkulu Apresiasi Peran TNI Bangun Jembatan Perintis Garuda, Dorong Akses dan Ekonomi Warga

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengapresiasi peran TNI dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda di berbagai wilayah, yang berdampak besar pada akses dan ekonomi masyarakat.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas kontribusinya dalam pembangunan sejumlah Jembatan Perintis Garuda yang tersebar di berbagai kabupaten di Provinsi Bengkulu. Program ini dinilai menjadi solusi nyata dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menurut Helmi Hasan, keterlibatan aktif TNI melalui jajaran Kodam hingga Kodim di daerah menunjukkan komitmen kuat dalam membantu percepatan pembangunan, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur.

“Secara khusus kami mengucapkan terima kasih kepada Pangdam dan seluruh jajaran TNI, khususnya di bawah koordinasi Korem 041 Garuda Emas, yang telah berperan aktif membangun jembatan di sejumlah wilayah Bengkulu. Ini sangat membantu masyarakat,” ujar Helmi.

Ia menegaskan, sinergi antara TNI dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan, terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau. Kehadiran jembatan-jembatan tersebut tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga membuka akses ekonomi baru.

Program pembangunan Jembatan Perintis Garuda sendiri tersebar di beberapa wilayah strategis. Di Kabupaten Bengkulu Tengah, misalnya, pembangunan dilakukan di Desa Sukarami, Kecamatan Taba Penanjung. Jembatan gantung sepanjang 50 meter dengan lebar 2,8 meter itu melintasi Sungai Rindu Hati dan menghubungkan Desa Sukarami dengan Desa Tanjung Raman. Diperkirakan sebanyak 2.331 jiwa akan merasakan manfaat dari pembangunan ini.

Masih di wilayah Bengkulu Tengah, jembatan serupa juga dibangun di Desa Rajak Besi, Kecamatan Merigi Sakti. Jembatan gantung Sungai Ringkis dengan panjang 50 meter tersebut akan menghubungkan Desa Rajak Besi dengan Desa Karang Are, dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 5.000 jiwa.

Sementara itu, di Kabupaten Bengkulu Selatan, pembangunan jembatan dilakukan di Desa Pino Baru, Kecamatan Air Nipis. Jembatan gantung Sungai Air Sekunyit sepanjang 32 meter akan menghubungkan Desa Pino Baru dan Desa Panandingan, dengan manfaat dirasakan oleh sekitar 1.332 jiwa.

Di Kabupaten Kaur, pembangunan jembatan juga dilakukan di Desa Cahaya Batin, Kecamatan Semidang Gumay. Jembatan sepanjang 37 meter ini akan menghubungkan Desa Cahaya Batin dengan Desa Karang Dapo dan memberikan akses lebih baik bagi sekitar 1.180 jiwa.

Tak hanya itu, pembangunan juga menyasar wilayah Kabupaten Rejang Lebong, tepatnya di Kelurahan Dwi Tunggal, Kecamatan Curup. Jembatan gantung Sungai Merah sepanjang 72 meter akan menghubungkan kawasan tersebut dengan Desa Rimbo Recap dan melayani lebih dari 1.000 jiwa.

Di Kabupaten Bengkulu Utara, jembatan gantung sepanjang 60 meter dibangun di Desa Pagar Ruyung, Kecamatan Batik Nau. Infrastruktur ini akan menghubungkan Desa Pagar Ruyung dengan Desa Durian Amparan dan memberikan manfaat bagi sekitar 2.530 jiwa.

Kemudian di Kabupaten Seluma, terdapat dua titik pembangunan jembatan. Pertama di Desa Simpang, Kecamatan Seluma Utara, dengan panjang jembatan 65,5 meter yang menghubungkan Desa Simpang dan Desa Selingsingan. Kedua di Desa Bandung Agung, Kecamatan Semidang Alas, dengan panjang jembatan mencapai 105,2 meter yang akan menghubungkan Desa Bandung Agung dengan Desa Gelumbang.

Di wilayah paling utara Provinsi Bengkulu, yakni Kabupaten Mukomuko, pembangunan jembatan dilakukan di Desa Pondok Suguh. Jembatan gantung sepanjang 100 meter dengan lebar 3,2 meter ini akan menghubungkan Desa Pondok Suguh dan Desa Teluk Bakung, serta melayani lebih dari 1.400 jiwa.

Helmi Hasan menilai, pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan akses yang lebih mudah, aktivitas ekonomi seperti pertanian, perdagangan, hingga pendidikan akan semakin berkembang.

“TNI telah menunjukkan bahwa kehadirannya tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Ini patut diapresiasi dan didukung bersama,” tutupnya.

Program Jembatan Perintis Garuda diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah, sehingga pemerataan pembangunan di Provinsi Bengkulu dapat terwujud secara optimal.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra