Skip to main content

Halal Bihalal Kemenag Kota Bengkulu, Perkuat Sinergi Penyuluh Agama di Era Digital

Kegiatan Halal Bihalal Kemenag Kota Bengkulu bersama penyuluh agama Islam menjadi momentum memperkuat silaturahmi, sinergi, dan inovasi dakwah di era digital.

TEROPONGPUBLIK,.CO.ID <<<>>>  Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu menghadiri kegiatan Halal Bihalal bersama para Penyuluh Agama Islam se-Kota Bengkulu yang digelar pada Kamis (9/4/2026) di Masjid Al-Malik, kawasan Lingkar Barat. Acara ini berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan kehangatan, serta menjadi ajang mempererat silaturahmi pasca perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Kegiatan Halal Bihalal ini tidak hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi juga dimaknai sebagai momentum strategis dalam memperkuat hubungan emosional sekaligus meningkatkan koordinasi antara Kemenag dan para penyuluh agama. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang diisi dengan sambutan, tausiah, serta ramah tamah.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kota Bengkulu, Dr. H. Nopian Gustari, S.Pd.I., M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para penyuluh agama Islam yang selama ini konsisten menjalankan tugas pembinaan di tengah masyarakat. Ia menilai, peran penyuluh sangat vital dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan yang moderat dan menyejukkan.

Menurutnya, penyuluh agama merupakan ujung tombak dakwah yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan sosial dan keagamaan. Terlebih di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks, kehadiran penyuluh menjadi penting dalam meredam potensi konflik yang dapat muncul akibat perbedaan pandangan.

“Pesan-pesan dakwah harus disampaikan dengan cara yang bijaksana dan penuh kesejukan, terutama saat masyarakat dihadapkan pada isu-isu sensitif yang berpotensi memecah belah,” ujar Nopian Gustari dalam arahannya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial melalui pendekatan keagamaan yang inklusif dan toleran. Penyuluh agama diharapkan mampu menjadi agen perdamaian yang tidak hanya memberikan pemahaman agama, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya persatuan dan kebersamaan.

Selain itu, Nopian Gustari turut mendorong para penyuluh untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam hal metode penyampaian dakwah. Di era digital seperti saat ini, menurutnya, pendekatan konvensional perlu dipadukan dengan pemanfaatan teknologi agar pesan keagamaan dapat menjangkau lebih luas.

Penggunaan media sosial, platform digital, hingga pembuatan konten edukatif berbasis keagamaan dinilai sebagai langkah efektif dalam menyasar generasi muda yang kini lebih akrab dengan dunia digital. Dengan inovasi tersebut, dakwah diharapkan menjadi lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

“Penyuluh harus kreatif dan inovatif. Manfaatkan teknologi untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan, sehingga dakwah tidak hanya terbatas di ruang-ruang fisik, tetapi juga hadir di ruang digital,” tambahnya.

Kegiatan Halal Bihalal ini juga menjadi sarana refleksi bagi para penyuluh untuk meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Kota Bengkulu berharap tercipta sinergi yang semakin solid antara seluruh elemen penyuluh agama dalam mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan damai. Nilai-nilai kebersamaan yang terjalin diharapkan dapat terus terjaga, tidak hanya dalam momentum Idulfitri, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Acara kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah dan saling bersalaman antar peserta. Momen tersebut menjadi simbol saling memaafkan sekaligus mempererat tali persaudaraan setelah menjalani ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri.

Dengan semangat baru yang dibangun melalui Halal Bihalal ini, para penyuluh agama Islam di Kota Bengkulu diharapkan mampu terus berkontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik, berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang moderat, inklusif, dan penuh kedamaian.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra