TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Hujan deras yang mengguyur Kota Bengkulu pada Minggu malam (5/4/2026) tidak menghalangi langkah Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Orang nomor satu di Kota Bengkulu tersebut menghadiri takziah malam ketiga atas wafatnya almarhum H. Anuwar Rifai bin M. Awal Soleh di rumah duka yang beralamat di Jalan Setoyo, Kelurahan Tanah Patah, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu.
Kegiatan takziah yang berlangsung khidmat itu merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kepada warganya yang sedang mengalami musibah. Acara tersebut turut diselenggarakan bersama Bank Bengkulu , DPD Partai Golkar dan bagian dari dukungan sosial kepada masyarakat.
Kehadiran Wali Kota Dedy Wahyudi di rumah duka disambut haru oleh keluarga almarhum serta masyarakat sekitar yang hadir. Dalam suasana penuh duka, Dedy Wahyudi menyampaikan ucapan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.
Ia mendoakan agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta diampuni segala dosa-dosanya. Selain itu, ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
“Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta keteguhan hati. Kami dari Pemerintah Kota Bengkulu turut berduka cita atas kepergian beliau,” ujar Dedy Wahyudi.
Tak hanya hadir untuk menyampaikan rasa duka, dalam kesempatan tersebut Pemerintah Kota Bengkulu juga memberikan pelayanan langsung kepada keluarga almarhum melalui program administrasi kependudukan layanan 4 in 1.
Layanan tersebut meliputi penerbitan dokumen penting sekaligus dalam satu proses, yaitu Kartu Keluarga (KK) terbaru, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Akta Kematian, serta buku Taspen yang diserahkan kepada ahli waris almarhum. Penyerahan dokumen dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota kepada perwakilan keluarga.
Program ini merupakan inovasi pelayanan publik yang bertujuan mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen administrasi, terutama saat sedang menghadapi situasi duka.
Dedy Wahyudi menegaskan bahwa pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata kepada masyarakat, terutama ketika mereka sedang mengalami musibah.
Menurutnya, keluarga yang sedang berduka tidak seharusnya dipersulit dengan proses administrasi yang panjang dan berbelit.
“Ketika warga sedang mengalami musibah, pemerintah tidak boleh membiarkan mereka mengurus berbagai dokumen sendirian. Kita harus hadir memberikan kemudahan. Dengan layanan 4 in 1 ini, semua dokumen penting dapat langsung diselesaikan tanpa harus bolak-balik ke kantor,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, efisien, dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.
Melalui sistem pelayanan terpadu tersebut, keluarga almarhum tidak perlu lagi mengurus dokumen kependudukan secara terpisah ke beberapa instansi. Semua proses dapat diselesaikan secara langsung melalui satu layanan terpadu dari pemerintah.
Selain menyerahkan dokumen administrasi, Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat solidaritas sosial di lingkungan tempat tinggal.
Menurutnya, nilai gotong royong dan kepedulian antarwarga merupakan kekuatan penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
“Dalam kondisi seperti ini, kebersamaan sangat penting. Kita harus saling menguatkan dan membantu satu sama lain agar masyarakat tetap solid dan penuh empati,” tambahnya.
Pihak keluarga almarhum H. Anuwar Rifai menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kehadiran Wali Kota Bengkul
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra